Skip to main content
Warga Tiga Desa Gelar Aksi Damai di Kantor DPRD Karo 
Warga Tiga Desa Gelar Aksi Damai di Kantor DPRD Karo 

Warga Tiga Desa Gelar Aksi Damai di Kantor DPRD Karo 

Karo,TuntasOnline.com - Warga Desa Sukanalu, Sigarang garang, Mardinding dan Dusun Lau Kawar merasa kecewa dan ditelantarkan selama 6 tahun, akhirnya meminta Bupati Karo untuk memberikan Lahan Usaha Tani (LUT) Relokasi tahap 3. Kami sudah merasa letih yang hanya mendapatkan janji-janji belaka terus.

Tuntutan warga dari tiga desa tersebut terungkap dalam aksi mereka di gedung DPRD Karo, Kabanjahe, Kamis (09/12) pagi dengan titik kumpul di Makam Pahlawan dan selanjutnya bergerak menuju kantor DPRD Karo.

Tiba di  Gedung DPRD Karo para warga langsung diterima Bupati Karo, Cory Sebayang dan Ketua DPRD Karo Iriani Tarigan, Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo SH SIK, Dandim 0205/TK,  Sekda Kabupaten Karo Kamperas Terkelin Purba, Wakil Ketua DPRD Karo beserta beberapa anggota DPRD Karo untuk bermusyawarah bersama di dalam Gedung DPRD Karo, dengan 40 orang perwakilan dari tiga desa di tambah satu Dusun Lau Kawar mengingat situasi pandemi sedang melanda.

Mewakili warga, Ikuten Sitepu menyatakan, rumah relokasi tahap 3 milik mereka sudah selesai 3(tiga) tahun yang lalu,  namun kami tidak mungkin tinggal disana kalau tidak ada LUT. Seiring pernyataan Mentri Sosial yang baru- baru ini berkunjung ke Siosar,meminta pengungsi untuk bisa berdikari jangan mengharapkan bansos terus. Tapi lahan kami tidak ada, bagaimana kami mau mandiri. Perlu kita ingat bulan  Oktober kita sudah melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) tapi sampai saat ini belum terlihat ada tanda - tanda kami dapat LUT. Jadi, kami tidak mau janji - janji, kami mau satu kepastian, tegas Ikuten Sitepu. 

Sementara Hunian Sementara (Huntara) di Desa Mardinding Kecamatan Tiganderket, kenapa kunci rumah sudah diminta oleh kalak BPBD Karo, sementara tempat kami belum siap di Siosar, sambung warga desa Mardinding.

Bupati Karo Cory S Sebayang menanggapi keluhan warga tersebut mengatakan, Ia sangat ingin mempercepat LUT tetapi banyak halangan yang kami hadapi, warga Portibi Lama dan Portibi Tembe juga menuntut, kita takut terjadi keributan / perang saudara, akan tetapi masalah ini akan kami bawa ke pemerintsh pusat, namun ucapan Bupati langsung disela oleh warga yang mengatakan, sudah bosan kami dengan janji - janji manis terus

Ronald  Sitepu menambahkan, Pemkab Karo hanya menyajikan dendang Melayu yang dikatakan hanya omong kosong, yang kami lihat sampai hari ini tidak ada aktion Pemkab Karo, tandas Ronald dengan nada sedikit emosi. 

Ditambahkanya, sewa rumah dan lahan digantung, jadi kalau Pemkab Karo sudah menyerah, ya sudah kami sendiri berangkat ke Jakarta untuk mengantarkan kunci rumah kami, imbuhnya.

Kapolres dan Dandim juga mengatakan, kami berusaha menyelami akar masalah, karena masalah ini dari tahun 2017 belum bisa diselesaikan, kami mau mencari benang kusutnya dimana, Pemerintah Pusat menetapkan lahan yang di Portibi itu menjadi lahan LUT, harusnya ada sosialisasi dengan warga desa sana, karena warga desa Portibi mengklaim itu lahan milik nenek moyang mereka dan ada suratnya yang keluar tahun 1960, kita tidak menginginkan konplik yang lebih besar, Bupati sudah menyurati KSP untuk diundang rapat, darisana baru kita tahu keputusannya, sewa lahan dan sewa rumah harus diberikan, ujar Kapolres. 

Dandim  menambahkan, menyelesaikan persoalan LUT ini tidak segampang membalikan telapak tangan, rumit tapi bukan tidak bisa diselesaikan, hanya harus bersabar, kata Dandim singkat. 

Sampai berita ini dikirim ke redaksi belum ada titik temu,  dan warga masih bertahan menunggu kepastian dari pemkab Karo.(RT/TO)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size