Skip to main content
Terkait PTM 100 Persen Ini Penjelasan Pemkab Karo
Terkait PTM 100 Persen Ini Penjelasan Pemkab Karo

Terkait PTM 100 Persen, Ini Penjelasan Pemkab Karo

Karo,TuntasOnline.com - Sejak wabah pandemi covid-19 tahun 2019 melanda negeri, pembelajaran dilakukan secara daring untuk me ghambat paparan pandemu.

Namun seiring dengan semakin turunnya paparan pandemi, Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dengan kapasitas 100 persen sudah dapat diberlakukan di sejumlah wilayah pada Januari 2022 termasuk Kabupaten Karo.

Pelaksanaan PTM 100 persen, tentu menuai pro dan kontra dari berbagai pihak. Terlebih di tengah ancaman varian baru yakni Delta dan Omicron.

Di sisi lain, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menilai situasi pandemi saat ini sudah mulai membaik dibandingkan beberapa bulan terakhir.

"Dalam beberapa bulan terakhir tahun 2021, sudah banyak progres kondisi pandemi (Covid-19) juga membaik, situasi PPKM juga menurun,” ujar Sekjen Kemendikbud dalam keterangan persnya 

Terkait dengan diberlakukannya PTM 2022 terbatas dengan kapasitas 100 persen, Rian Ginting salah satu orang tua siswa mengatakan,  pembukaan sekolah adalah satu hal yang harus diprioritaskan karena sekolah sangat penting masa depan bangsa. Namun, ada berbagai hal yang harus diperhatikan pemerintah untuk mencegah penularan Covid-19 selama pembelajaran tatap muka ini berlangsung.

"Mitigasinya ini yang harus kita perkuat karena yang kita hadapi adalah bukan hanya Omicron tapi juga Delta masih ada," tandas Rian Ginting  Senin (17/01/2022.) kemarin

Rian menyarankan beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 selama dilakukannya sekolah tatap muka 100 persen ini, di antaranya:
Menjadikan vaksinasi Covid-19 sebagai syarat utama bagi orang yang terlibat dalam proses belajar mengajar tatap muka. Para guru, pegawai, staf sekolah, dan orang tua murid harus sudah divaksin lengkap.

"Jika ada pengajar yang masuk dalam kategori berisiko tinggi, mereka harus mendapatkan vaksin dosis ketiga atau booster. Kemudian memperbaiki ventilasi untuk sirkulasi udara di ruang kelas. "tambahnya.

"Membatasi jumlah anak dalam satu ruangan, salah satunya adalah menerapkan jaga jarak dua meter untuk setiap siswa. Jika ruang kelas tak mencukupi, pembelajaran tatap muka bisa dilakukan di luar ruangan, atau di ruangan terbuka ," ucapnya. 

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Karo melalui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo Eddi Surianta Surbakti ketika dikonfirmasi wartawan terkait pembelajaran Tatap Muka, Selasa (18/01/2022) menyampaikan " Kegiatan belajar mengajar 100% di Kabupaten Karo ini untuk sekolah yang sudah memenuhi persyaratan sesuai SKB 4 Menteri pertanggal 21 Desember 2021 sudah bisa dimulai dengan jumlah jam pelajaran maximum  6 Jam  per hari dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.


Beliau  juga  menghimbau kepada seluruh Kepala sekolah untuk tidak main - main terhadap penerapan protokol kesehatan di sekolah. Seluruh satgas pencegahan penularan covid yang sudah dibentuk oleh kepala sekolah harus diaktifkan.

Dan kepada orang tua siswa agar melengkapi masker bagi masing - masing anak, selanjutnya untuk pihak sekolah wajib menyediakan masker cadangan bagi siswa, jika masker siswa rusak serta kepada orang tua juga dihimbau untuk mengantar jemputkan anaknya ke sekolah, jika memungkinkan " pungkas Eddi Surianta Surbakti.(wan/TO)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size