Skip to main content
PT BSEE Ngaku Pertambangan Masuk Muara Enim Dewan PALI Bereaksi
PT BSEE Ngaku Pertambangan Masuk Muara Enim Dewan PALI Bereaksi (Foto : Ist)

PT BSEE Ngaku Pertambangan Masuk Muara Enim, Dewan PALI Bereaksi

PALI, TuntasOnline.com – Masyarakat Desa Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan mengaku resah atas pernyataan PT. Bumi Sekundang Bara Energi (PT. BSEE). Perusahaan itu mengatakan bahwa wilayah pertambangan yang sedang mereka garap bukan termasuk dalam wilayah Kabupaten PALI, melainkan masuk Kabupaten Muara Enim.

Keresahan itu sebagaimana diungkapkan Kepala Desa (Kades) Talang Bulang, Menriadi. Menurut Kades kini banyak warga yang datang dan bertanya kepadanya, terkait dengan pernyataan PT. BSEE itu. Mereka menjadi galau karena memiliki lahan kebun yang berada di sekitar lokasi tambang PT. BSEE.


“Mereka khawatir jika lokasi tambang PT. BSEE yang selama ini masuk PALI, lalu dikatakan masuk Muara Enim. Maka, lahan kebun mereka di sana juga artinya masuk Muara Enim,” ujar Kades, pada awak media.


Menriadi pun bingung dan tak mengerti apa yang menjadi motivasi PT. BSEE sehingga menyebut area kerja mereka bukan dalam wilayah PALI. Padahal jelas, menurutnya kawasan itu adalah masih di dalam lingkup Desa Talang Bulang.
Menangapi keresahan masyarakat itu, anggota DPRD PALI dari Dapil I (Talang Ubi) Safirin, akhirnya angkat suara.

Legislator yang juga merupakan warga Desa Talang Bulang itu memastikan bahwa wilayah tambang PT. BSEE adalah betul masih dalam kawasan Desa Talang Bulang.


"Masalah status wilayah tambang PT. BSEE yang beroperasi memang benar di wilayah Talang Bulang. Serta bisa dikatakan desa tersebut masuk ring 1 perusahaan," ujar Safirin, Senin (18/07/22).


Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan sejak perusahaan beroperasi ia sangat mengetahuinya.


"Awal perusahaan masuk tahun 2008 dan eksplorasi serta melakukan sosialisasi ke masyarakat Talang Bulang langsung saya tahu persis," ujarnya.


Selain menanggapi keresahan masyarakat, Safirin juga menyikapi klaim sepihak perusahaan  terhadap batas wilayah dua kabupaten (PALI dan Muara Enim).


"Masalah wilayah itu bukan domainnya perusahaan untuk menentukan wilayah Muara Enim atau PALI karena ada Dinas atau pemerintah seperti Dinas Tapem. Selain itu pemerintah desa yang lebih tahu asal usul wilayah. Apalagi untuk batas - batas dengan desa tetangga," tutup Safirin.


Sebagaimana diberitakan sebelumnya, PT. BSEE menyatakan bahwa lokasi tambang mereka bukan masuk PALI, melainkan masuk Muara Enim. Meski begitu, berdasarkan peta dan data yang ada pada Pemerintah Desa Talang Bulang, Kades setempat mengatakan bahwa jelas wilayah tambang itu masih berada di Desa Talang Bulang atau masuk PALI.


“Perusahaan ini sangat tidak jelas izinnya. Tak ada koordinasi dengan kami selaku pemerintah desa. Dulu dikatakan hanya uji coba selama 3 bulan. Sekarang kok sudah berjalan selama sekitar 7 bulan, mereka masih juga menambang dan mengangkut hasil tambang melintasi jalan umum,” tukas Kades.[red]

Facebook comments

Adsense Google Auto Size