Skip to main content
Guber
Gubernur Sumut (Foto : Ist)

Pemprovsu Bantah Keterangan Sekum PGI Sumut Terkait Dana Pembinaan Umat Kristen

Sumatera Utara,TuntasOnline.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan tidak ada diskriminatif soal pembinaan keagamaan.

Pemprovsu mendukung penuh segala kegiatan pengembangan keagamaan yang ada di Sumut sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Sebelumnya, Sekretaris Umum (Sekum) Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Sumut Pdt Dr Eben Siagian ada menyebutkan di salah satu media, bahwa Pemprov Sumut tidak mengalokasikan dana pembinaan umat Kristen di Tahun Anggaran 2022. Nyatanya, Pemprov Sumut menyalurkan dana sebesar Rp1,2 miliar untuk organisasi keagamaan kristen di tampung dalam R-APBD tahun 2022, dan Rp 4,4 miliar di tahun 2021.

Menurut keterangan Kepala Biro Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Rita Tavip Megawati kepada wartawan Selasa(14/6) mengatakan bahwa tahun ini salah satu dana hibah yang tidak bisa disalurkan adalah dana hibah ke PGI Sumut sebesar Rp.1 miliar. Hal ini disebabkan penyaluran dana hibah ini tidak sesuai dengan Permendagri Nomor 77 Tahun 2020.

Pada Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah Permendagri Nomor 77 Tahun 2020 dijelaskan penyaluran dana hibah tidak dilakukan secara terus - menerus setiap tahun anggaran, kecuali lembaga atau organisasi yang ditentukan perundang-undangan seperti KONI, Gerakan Pramuka, FKUB, PMI, IDI, BAZNAS, MUI dan lainnya. 

Sementara itu, di tahun 2021 PGI Sumut telah menerima dana hibah sebesar Rp2 miliar sehingga tidak bisa menerima dana hibah Pemprov Sumut tahun ini.

Rita juga menjelaskan dana hibah Pemprov Sumut kepada gereja-gereja di Sumut terus berjalan setiap tahunnya. Di 2021 total dana hibah yang disalurkan Pemprov Sumut untuk pembinaan umat Kristen sebesar Rp 54,361 miliar. Sedangkan untuk tahun 2022, Pemprov Sumut menganggarkan dana hibah untuk gereja-gereja sebesar Rp 47,595 miliar.

“Di tahun 2021 penerima hibahnya sekitar 738, mayoritas untuk gereja, ada juga untuk panitia pembangunan gereja, renovasi dan lainnya. Di 2022 sampai saat ini, ada sekitar 1341 penerima, 640 diantaranya untuk operasional gereja, penerimanya di tahun 2021 dan 2022 itu tidak sama,” tutur Rita saat diwawancarai di kantornya, Jalan Diponegoro Medan Sumatera Utara.(wan/TO)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size