Skip to main content
Penulis : Yozi Yusandra (Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB))
Penulis : Yozi Yusandra (Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB))

Mengembalikan Pancasila Sebagai Dasar Kehidupan Bernegara, UMKM Sebagai Porosnya

Oleh Yozi Yusandra (Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB))

Kapitalisme telah mengakar pada sistem ekonomi Indonesia, istilah “hukum runcing kebawah dan tumpul keatas” masih relevan untuk diperdengarkan. warisan kolonial masih menjadi budaya yang terus menerus dipertahankan oleh bangsa indonesia. Terhitung 76 tahun kemerdekaan indonesia implementasi perwujudan pancasila sebagai dasar dan tujuan terbentuknya negara indonesia sama sekali belum menjadi prioritas dari pemangku kebijakan/ pemerintah.

Hal ini harus menjadi perhatian kita semua sebagai generasi penerus bangsa. Apa yang sebenarnya terjadi di negara yang subur akan sumber dayanya? Beragam adat dan budayanya. Krisis kepemimpinan dan kepercayaan patut kita gaungkan hari ini, sebagai bentuk kepedulian kita kepada negara yang subur dan makmur ini.

Bagaimana tidak, dewasa ini kita sering mendengar kasus korupsi, kolusi dan nepotisme marak terjadi dimana-mana. Seakan-akan seperti hal biasa terjadi di tanah air ini, bahkan ada tawar-menawar hukuman yang terjadi di meja persidangan. Kasus korupsi Bansos, Benih Lobster, jual beli jabatan sampai kasus lainnya kerap mewarnai pemberitaan tanah air. Padahal jelas negara ini mempunyai aturan yang tertuang pada UU No 31 Tahun 1999 yang diamandemen menjadi UU No 20 Tahun 2001 tentang “Pemberantasan tindak pidana korupsi” dengan berbagai macam pasal penjelasnya. Tetapi seakan aturan yang dibuat tidak menjadi rujukan bagi para pelaku koruptor (maling) untuk tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum ini. Berbeda halnya dengan kasus rakyat biasa yang melakukan tindakan mengambil kayu bakar di lahan milik orang lain yang dihukum dengan aturan yang tidak berkeadilan tanpa mempertimbangkan segala alasan yang ada. Belum lagi persoalan perpecahan “anti toleran” terjadi diberbagai daerah di Indonesia serta mosi tidak percaya kepada wakil rakyat juga sempat digemakan oleh kalangan aktivis dan mahasiswa. 


Lantas bagaimana peran negara dalam menyelesaikan serangkaian peristiwa yang terjadi di negeri ini. Deretan peristiwa yang terjadi karena rendahnya penanaman pancasila sebagai identitas bangsa yang dipengaruhi oleh warisan budaya kolonial yang masih melekat dan terus tumbuh pada moralitas bangsa Indonesia. Maka pendekatan yang tepat dilakukan adalah dengan memperbaiki sistem ekonomi bangsa Indonesia dengan berbasiskan ekonomi pancasila.


PANCASILA DAN UMKM


Pancasila sebagai dasar kehidupan bernegara yang telah dirumuskan father founder Indonesia, sejak awal terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sudah selayaknya implementasi pencasila yang diharapkan oleh rakyat terwujud dengan segala produk turunanya. Ketuhanan yang maha esa, kemanusian yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan/ perwakilan, serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia menjadi tuntunan dalam menyongsong cita-cita dimasa yang akan datang.

Keadilan dari sisi ekonomi, pemangku kebijakan/ pemerintah dapat memulai dengan membangun wajah baru perekonomian Indonesia dengan membangun kembali UMKM Indonesia, seperti yang kita ketahui bahwa sektor UMKM menjadi ujung tombak penopang perekonomian Indonesia pada saat terjadinya krisis tahun 1996 sampai 1998.

Bahkan secara profil ekonomi Indonesia sektor UMKM mendominasi 93,4%,usaha kelas menengah 5,1 % dan korporasi 1% dengan sumbangan terhadap PDB Indonesia sebesar 62,36% menurut (Kemenkopukm, 2021). Hal ini menjadi bukti begitu pentingnya peran UMKM dalam membangun perekonomian Indonesia dimasa depan. Membangun UMKM yang berdaya saing dan Go digital sudah menjadi keharusan untuk menjadi bangsa yang mandiri, bukan oligarki yang mementingkan kepentingan pribadi.

Harapannya implementasi negara yang berkeadilan dan sejahtera dapat terwujud dengan memperbaiki sistem ekonomi Indonesia yang terlalu fokus kepada kapitalisme tanpa memperdulikan kepentingan rakyat yang besok harus makan apa. Maka sistem ekonomi yang berbasis nilai pancasila menjadi intervensi mutlak dalam mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Indonesia yang akhirnya tercipta identitas dan moralitas bangsa Indonesia.


“Benih kapitalisme harus dikikis habis dari negara ini dan ekonomi kerakyatan menjadi jawaban tulang punggung ekonomi dalam tantangan global di era revolusi 4.0”

Facebook comments

Adsense Google Auto Size