Skip to main content
Direktur Pengembangan UMKM dan Koperasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS RI mengunjungi lokasi yang bakal menjadi Factory Sharing Pengelolaan Terpadu komoditas cabai merah (foto:ist)
Direktur Pengembangan UMKM dan Koperasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS RI mengunjungi lokasi yang bakal menjadi Factory Sharing Pengelolaan Terpadu komoditas cabai merah (foto:ist)

Kadiskop UMKM Yakin Batu Bara Jadi Major Project Rumah Produksi

BatuBara-Tuntasonline.com - Direktur Pengembangan UMKM dan Koperasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS RI, bersama Asisten Deputi Pengembangan Kawasan dan Rantai Pasok UKM Kementerian Koperasi dan UKM RI lakukan peninjauan lapangan ke calon lokasi Factory Sharing Pengelolaan Terpadu komoditas cabai merah di Desa Lubuk Cuik dan Desa Tanah Merah Kabupaten Batu Bara, Kamis (16/06/2021).

Wakil Bupati Oky Iqbal Frima, SE didampingi Kadis Koperasi Usaha Kecil dan Manengah (UKM) Arif Hanafiah, S.STP menyebutkan bahwa BAPPENAS RI bersama Kementerian Koperasi UKM RI selain melakukan peninjauan, juga melakukan Foccus Group Discussion (FGD).

“Peninjauan lapangan kali ini, atas dasar usulan Pemerintahan Kabupaten Batu Bara pada beberapa waktu yang lalu tentang usulan Major Project Program Pengelolaan Terpadu UMKM, yaitu Rumah Produksi Bersama Klaster Cabai Merah di Desa Lubuk Cuik Kecamatan Lima Puluh Pesisir Kabupaten Batubara,” ungkapnnya.

Arif Hanafiah saat dikonfirmasi, Senin (20/6/2022) mengatakan, bahwa Kabupaten Batu Bara merupakan Daerah penghasil cabai merah terbesar kedua di Sumatera Utara. Komoditas cabai merah merupakan produk andalan dengan luas panen cabai merah seluas 1.017,75 Ha.

Dari luasan tersebut pada tahun 2021 Kabupaten Batu Bara mempunyai produksi cabai merah sebesar 15.654,80 ton/tahun.

“Hal ini merupakan suatu potensi yang sangat baik apabila dapat dimanfaatkan untuk mengolah produk olahan turunan dari cabai merah tersebut,” sebutnya.

Sambungnya, atas landasan tersebut, maka Pemerintah Kabupaten Batu Bara bermohon kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM RI dan BEPPENAS RI agar dapat dibangun rumah Produksi Bersama Klaster Cabai Merah.

Arif menjelaskan, ketika ada rumah produksi bersama Klaster Cabai merah ini, nantinya akan ditunjuk salah satu Koperasi sebagai pengelola unit usaha tersebut.

Sedangkan mekanisme bisnis yang dijalankan, yaitu Koperasi akan membeli hasil panen cabai merah tersebut dari petani, Koperasi sebagai Off Taker, kemudian akan memproduksi cabai merah menjadi produk setengah jadi yaitu pasta cabai.

Kemudian akan dipasarkan ke berbagai Perusahaan yang mengelola atau mengolah produknya dengan bahan baku dasar yaitu cabai merah.

Misalnya saja ke PT. Indofood, PT Olgafood, PT Heinz ABC Indonesia, bisa pula nantinya dijadikan produk ekspor ke Negara Malaysia dan Singapura karena jarak Kabupaten Batu Bara ke kedua Negara ini relatif dekat. Tentunya ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat secara bersama-sama dalam naungan Koperasi tersebut.

Sedangkan program Factory Sharing, dapat dikombinasikan dengan program MAKMUR yang merupakan salah satu program unggulan Kementerian BUMN RI.

Program MAKMUR merupakan ekosistem bagi petani yang menghubungkan petani dengan segala kebutuhan pertanian seperti teknologi pertanian, lembaga keuangan, asuransi, agro input, offtaker juga Pemerintah Daerah.

“Sehingga apabila sektor produksi cabai merah sudah maksimal, maka akan semakain tinggi sumber bahan baku untuk memproduksi pasta cabai tadi, dan potensi keuntungan juga akan semakin meningkat,” ungkapnya.

Arif juga berkeyakinan, bahwa Kabupaten Batu Bara memang tepat dijadikan sebagai lokasi Major Project Rumah Produksi Bersama Klaster cabai merah.(Zfn/TO).

 

Facebook comments

Adsense Google Auto Size