Skip to main content
Terkait Putusan Hakim Terhadap Azis Syamsuddin Jaksa KPK Pikir Pikir
Terkait Putusan Hakim Terhadap Azis Syamsuddin Jaksa KPK Pikir Pikir

Terkait Putusan Hakim Terhadap Azis Syamsuddin, Jaksa KPK Pikir Pikir

JAKARTA, TuntasOnline.com - Majelis hakim menyatakan bekas Wakil Ketua DPR RI M.Azis Syamsuddin telah terbukti menyuap bekas penyidik anti rasuah KPK Stephanus Robin Pattuju, dan pengacara Maskur Husein agar beliau tidak dijadikan tersangka atas masalah pengurusan dana alokasi khusus (DAK) di Lampung Tengah. Dimana, Azis Syamsuddin dijatuhi hukuman 3 tahun 6 bulan penjara serta didenda Rp.250 juta subsider 4 bulan kurungan penjara.

Putusan hakim terhadap M. Azis Syamsuddin yang dibacakan oleh majelis hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (17/2/2022). 

Dimaba, sidang pembacaan vonis dipimpin oleh Muhammad Damis selaku ketua Majelis Hakim didampingi Fahzal Hendri dan Zaini Bashir sebagai hakim anggota.

Dalam putusannya, majelis hakim menilaii bahwa Azis terbukti bersalah menyuap bekas penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Stepanus Robin Pattuju, dan pengacara Maskur Husein Rp 3,09 miliar dan 36.000 dollar AS.

Menurut hakim, bahwa Uang tersebut diberikan agar Stepanus membantu Azis dan Aliza Gunado yang diduga terseret kasus dugaan korupsi dana alokasi khusus (DAK) APBN-P tahun 2017 di Kabupaten Lampung Tengah yang sedang diselidiki Oleh KPK. 

Diketahui bahwa Azis yang pada tahun 2017 merupakan Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI difuga terlibat dalam pengurusan dana DAK tersebut bersama Aliza Gunado.

Plt Juru bicara KPK Ali Fikry kepada TuntasOnline Jumat (18/02/2022) pukul 14.20 WIB melalui whatsapp nya menyampaikan, Vonis tersebut dinilai lebih rendah daripada tuntutan jaksa KPK, dimana jaksa KPK menuntut 4 tahun 2 bulan penjara serta denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan. Pidana tambahan yang dijatuhkan majelis hakim, yaitu pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan pulitik selama empat tahun, juga lebih rendah dari tuntutan jaksa. Adapun jaksa menuntut pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan politik selama lima tahun terhitung sejak Azis selesai menjalani pidana pokok.

Jubir KPK menilai, KPK mengapresiasi putusan Majelis Hakim yang telah memeriksa dan memutus perkara Terdakwa Azis Syamsuddin dimaksud. 

Pokok-pokok pertimbangan Majelis Hakim tersebut juga telah mengambil alih analisa tuntutan Tim Jaksa. 

"Namun demikian atas putusan tersebut, saat ini Tim Jaksa masih menyatakan pikir-pikir untuk langkah hukum berikutnya setelah mempelajari seluruh pertimbangan majelis hakim dalam perkara dimaksud, "pungkas jubir KPK.(wan/TO)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size