Skip to main content
Terkait LUT Bagi Pengungsi Erupsi Sinabung Tahap Ketiga Ini Penjelasan Wabup
Terkait LUT Bagi Pengungsi Erupsi Sinabung Tahap Ketiga Ini Penjelasan Wabup

Terkait LUT Bagi Pengungsi Erupsi Sinabung Tahap Ketiga, Ini Penjelasan Wabup

Karo,TuntasOnline.com - Memasuki 12 tahun erupsi gunung sinabung sejak tahun 2010 yang lalu, diketahui bahwa segala permasalahan pengungsi korban erupsi gunung sinabung ada yang sudah selesai, namun masih banyak juga yang terkatung-katung.

Pemerintah Kabupaten Karo hendaknya dalam 6 bulan kedepan fokus untuk merealisasikan Lahan Usaha Tani (LUT) yang seharusnya telah diterima para pengungsi tahap III.

Pengungsi korban erupsi Sinabung merasa ditelantarkan selama 6 (enam) tahun karena lambatnya pemerintah memberikan lahan usaha tani  (LUT) relokasi tahap III bagi pengungsi gunung sinabung.

Para pengungsi sudah sangat lama menunggu relokasi tapi hanya mendapatkan janji-janji belaka. Rumah relokasi tahap III memang telah selesai tiga tahun yang lalu. Namun, hingga kini kami tidak mungkin tinggal di sana kalau tidak ada lahan tani. Mau makan apa kami, tutur salah satu warga bermarga Sitepu 

"Bagaimana kami bisa mandiri. Pada bulan Oktober lalu sudah RDP tapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda kami mendapatkan LUT, kami tidak mau terus janji-janji kami mau kepastian," ungkap marga Sitepu salah satu mewakili warga

Hal inilah menjadi tuntutan Ratusan pengungsi Sinabung relokasi tahap III masing-masing dari Desa Sukanalu, Mardinding, Sigarang-garang dan Dusun Laukawar Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo unjuk rasa ke DPRD Karo, Kamis 9 Desember 2021 yang lalu.

Saat terkait LUT Bagi Pengungsi tahap ke tiga dikonfirmasi kepada Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting, Jumat (14/01/2022) mengatakan,  menanggapi keluhan warga tersebut pemkab Karo ingin mempercepat LUT Bagi Pengungsi, namun banyak halangan dan tantangan yang dihadapi. Dimana warga Portibi Lama dan Portibi Tembe Kecamatan Merek Kabupaten Karo juga menuntut hak atas tanah mereka.

"Jadi, untuk menghindari keributan yang dapat menimbulkan konflik pemda harus ekstra hati-hati dengan tetap menjalankan sesuai mekanisme perundang-undangan. Namun kita tetap optimis permasalahan LUT ini pasti selesai," tandas Wabup.

Sementara itu pemerhati Kabupaten Karo yang juga dosen di Universitas Sumatera Utara (USU) Roy Fahraby Ginting meminta "Pemerintah Kabupaten Karo segera fokus untuk menyelesaikan permasalahan LUT dengan bijak tanpa melahirkan konflik baru agar kedepan tidak ada lagi demo-demo atau unjuk rasa yang memalukan kita semua dalam memperjuangkan hak -  hak warga sebagai warga negara yang harus mendapatkan keberadabannya sebagai manusia beradab dan mendapatkan haknya dalam konstitusi yakni Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, "pungkasnya singkat.(wan/TO)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size