Skip to main content
Lima Puluh Kota Langganan Banjir Warga Kritik Kinerja Lurah dan Camat
Lima Puluh Kota Langganan Banjir Warga Kritik Kinerja Lurah dan Camat

Lima Puluh Kota Langganan Banjir, Warga Kritik Kinerja Lurah dan Camat

BatuBara-Tuntasonline.com - Hujan deras yang menerpa selama 3 hari berturut-turut menyebabkan rumah dan warung warga di Lingkungan V Kelurahan Lima Puluh Kota Kecamatan Lima Puluh dilanda banjir, Sabtu (7/5/22) malam.

Pemilik rumah, Sutrisno (63) mengeluhkan banjir yang melanda kediamannya sudah berulang-ulang terjadi. Bahkan Sutrisno mengaku dirinya sudah berulang kali melapor ke Lurah Lima Puluh Kota dan Camat Lima Puluh. 

Namun Sutrisno menyayangkan tidak ada respon dari kedua pejabat publik tersebut. 

"Air meluap akibat parit/  drainase tumpat dan limpahan air dari badan jalan. Limpahan air dari badan jalan akibat drainase di seberang jalan ditutup rapat dengan membuat trotoar", keluh pria yang akrab disapa Senopati itu.

Warung milik Sutrisno selama 15 tahun terakhir merupakan markas komunitas wartawan Wappress (Warung Apresiasi Press). Warung ini sudah dikunjungi belasan pejabat Pemkab Batu Bara serta beberapa anggota DPRD Batu Bara. Bahkan sudah 3 Kapolres Batu Bara yang datang bertandang di warung milik Sutrisno ini.

Kepada anggota Wappress, Sutrisno yang juga diangkat sebagai anggota kehormatan minta agar Pemkab Batu Bara memberikan perhatian serius mengatasi banjir yang terus menerus menyerang kediamannya.

Menanggapi banjir yang terus menerus menyerang kediaman Sutrisno dan warung yang merupakan markas Wappress, punggawa Wappress Zainuddin yang juga warga Lima Puluh mengeluarkan pernyataan keras.

"Apa kerja Camat dan Lurah. Setiap awal tahun digelar Musrenbang. Apa tidak ada niat mereka untuk ajukan usaha untuk mencegah kebanjiran pada Musrenbang," ketus pria yang akrab disapa si Kumis ini.

Zainuddin menilai pembangunan trotoar yang menutup drainase merupakan kesalahan fatal. Akibat drainase tertutup trotoar praktis limpasan air hujan dari badan jalan akan menerjang rumah warga.

"Belum lagi saluran drainase dari sisi yang tidak tertutup troatoar dalam kondisi tersumbat. Kok Lurah tidak tau atau pura-pura tidak tau ya,"ucapnya.

Diingatkan si Kumis, ruas jalan yang kerap melimpahkan air hujan ke rumah warga merupakan jalan Protokol ibukota Kabupaten Batu Bara.(Zfn/TO)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size