Skip to main content
Surat Edaran Kadisperindagkop Bireuen Diduga Tidak Tepat Sasaran
Surat Edaran Kadisperindagkop Bireuen Diduga Tidak Tepat Sasaran

Surat Edaran Kadisperindagkop Bireuen Diduga Tidak Tepat Sasaran

Bireuen, TuntasOnline.Com- Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Kadisperindagkop Bireuen kepada para camat diduga tidak tepat sasaran, terkait Pemberitahuan Program Bantuan Bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) gelombang ke II tahu 2021.

Berdasarkan Surat Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia  Nomor  171/SM/III/2021 tanggal 23 Maret 2021.

Terpantau TuntasOnline Senin (26/4) banyak Kepala Desa tidak mengetahui serta menolak berkas usulan pelaku Usaha Mikro, dengan alasan para Kepala Desa belum menerima arahan dari pihak Kecamatan, menyebabkan berkas usulan masyarakat yang sudah siap terpaksa dibakar.

Hal ini dikatakan salah seorang Kepala Desa di Kecamatan Jeumpa Bireuen. Sedangkan Pihak Kecamatan sendiri belum bisa dikonfirmasi TuntasOnline.Com, mengapa surat edaran tersebut, tidak sampai pada  Kepala Desa di kawasan itu, hal serupa juga disinyalir terjadi juga di sebagian besar di desa Kecamatan lain di Bireuen.

Kadis Perdagangan,Perindustrian, Koperasi dan UKM Ir Alie Basyah saat dihubungi melalui handphone selulernya jumat (23/4/2021) mengatakan pihaknya telah mengeluarkan Surat Edaran pada pihak Kecamatan, pada tanggal (19/4)2021Nomor 518/192/2021 tentang Pemberitahuan Program Bantuan Bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) pada poin kedua pada lampiran surat itu  jelas dikatakan bahwa Kepala Desa Diminta untuk segera mengusulkan nama-nama Pelaku Usaha Mikro.

T

Menyangkut banyak Kepala Desa tidak mengetahui adanya bantuan itu, dan menolak sebagian besar berkas Pelaku Usaha Mikro. Menurut Alie Basyah pihaknya tidak mau tahu hal itu, yang penting siapa yang mengusulkan itu saja yang kita naikan.

Selanjutnya, Berdasarkan Surat Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia  Nomor  171/SM/III/2021.Tanggal 23 Maret 2021.Pemberitahuan Program Bantuan Bagi Pelaku Usaha Mikro  (BPUM),yang ditandatanggani Kadis Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM, Ir Alie Basyah tanggal (19/4)2021, disini juga pada poin ke II jelas disebutkan  bahwa bagi pelaku usaha mikro penduduk Kabupaten Bireuen yang berminat bisa mendaftar melalui Kepala Desa  dengan memenuhi persyaratan yakni harus memiliki KTP elektronik.
Dengan begitu pihak Dinas Perindagkop  Bireuen berhak untuk tidak menerima berkas usulan masyarakat perorang.

"Pada tahun 2021, banyak pelaku usaha mikro di 609 Desa tidak tersentuh bantuan Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia," jelas salah seorang Kepala Desa kepada TuntasOnline.Com.(Hendra)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size