Skip to main content
Kasatpol PP Ingatkan Pengusaha Hiburan Malam
Kasatpol PP Ingatkan Pengusaha Hiburan Malam

Kasatpol PP Ingatkan Pengusaha Hiburan Malam, Berikut Penyampaiannya

Bengkulu, TuntasOnline.com - Bulan Suci Ramadhan telah tiba, untuk itu seluruh umat muslim yang sudah dikatakan baligh diwajibkan melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Didalam pelaksanaan bulan puasa ini banyak yang menjadi godaan bagi umat muslim yang menjalankan untuk membatalkan atau berbuat yang tidak di perbolehkan dalam menjalankan ibadah puasa, Selasa (13/4).


Dalam hal ini Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Provinsi Bengkulu Murlin Hanizar M.Si saat ditanyai wartawan TuntasOnline.com terkait dengan imbauan kepada beberapa pihak yang melaksanakan aktifitas jual beli, seperti warung makanan, restoran, kemudian usaha karaoke maupun panti pijat. Disini Ia mengatakan kepada pihak tersebut agar tidak terlalu vulgar.


"Terkait dengan Ibadah Ramadan ini, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, untuk warung makan, restoran, kalaupun harus buka tolong jangan terlalu vulgar. Hormati umat yang sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadan,” ungkap Murlin Hanizar.

 
Murlin mengatakan, bahwa pihaknya juga tidak bisa memantau secara utuh siapa atau warung mana yang buka saat bulan puasa ini. Namun sekali lagi Ia mengimbau agar menjaga situasi supaya lebih terasa kerukunan antar umat beragama dengan toleransi antar sesama. 


"Nah hal ini juga  tempat hiburan malam. Mungkin mereka nanti bisa buka setelah jam ibadah salat tarawih, dan sebelum sahur sudah tutup. Jangan sampai terlalu larut malam," ungkap Kasatpol PP Bengkulu.
 

Pihak Satpol PP Provinsi Bengkulu  juga sudah berkoordinasi dengan pimpinan asosiasi hiburan malam, supaya mereka dapat menertibkan baliho, banner yang bergambar berbau pornografi. 


"Insya Allah itu sudah berjalan dan akan ditertibkan. Mulai nanti sore, kami akan memantau. Kalau dilihat masih belum ditertibkan, maka kami yang akan menurunkan baliho serta banner berbau seksi. Karena kita harus saling menghormati umat yang sedang beribadah. Begitu juga dengan usaha panti pijat, itu hendaknya juga bisa menahan diri. Jangan sampai membuka usaha pijat plus-plus dan melanggar kaidah hukum yang berlaku,” pungkas Murlin. (Panji)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size