Skip to main content
4 Kelembagaan di Era Rohidin Meningkat Berikut Ulasan Dampak Bagi Masyarakat
4 Kelembagaan di Era Rohidin Meningkat Berikut Ulasan Dampak Bagi Masyarakat

4 Kelembagaan di Era Rohidin Meningkat, Berikut Ulasan Dampaknya Bagi Masyarakat

Bengkulu, TuntasOnline.com - Dr H Rohidin Mersyah yang kini sedang menjalani cuti di luar tanggungan negara sebagai Gubernur Bengkulu, terus melakukan terobosan menuju Bengkulu yang lebih baik. Salah satunya dengan memperbesar pondasi/kerangka Provinsi dengan peningkatan kelembagaan yang mempunyai dampak luar biasa bagi berbagai sektor.

Berikut ulasan kelembagaan yang meningkat statusnya di era kepemimpinan Rohidin :

1. Polda Bengkulu
Untuk diketahui, selama beberapa tahun terakhir, Bengkulu satu-satunya Provinsi di Sumatera yang memiliki Polda Tipe B yang Kapoldanya berpangkat Brigadir Jendral (Brigjen). Pada November 2019, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal (Komjen) Pol. Ari Dono Sukmanto secara resmi mengukuhkan Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu menjadi Polda Tipe A dengan Kapolda yang dijabat oleh Inspektur Jenderal (Irjen).

Setelah Pengukuhan, Polda Bengkulu kian berbenah dengan berbagai sisi mulai dari jumlah personil dan porsi anggaran yang meningkat, tak hanya itu Polda pun melakukan perluasan kantor. 

Dampaknya bagi masyarakat :
- Pembagian personil akan lebih merata dan meningkatkan pengawasan penuh Kepolisian di Bengkulu yang sangat bagus menekan angka kriminalitas di 10 Kabupaten/Kota,

- Bertambahnya jumlah personil dan porsi anggaran, perputaran uang akan meningkat dan laju ekonomi di masyarakat akan bergerak mulai dari Pasar, Rumah Makan dan sektor lainnya akan merasakan dampak yang sangat baik.

2. Korem 041 Garuda Emas (Gamas)
Sebelumnya Korem 041/Gamas yang berposisi di Bengkulu ini merupakan Makorem tipe B yang Komandan Korem (Danrem)-nya dijabat Kolonel, namun pada Juni 2020 Korem resmi naik Tipe A dan Danremnya dijabat Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI, hal ini diresmikan langsung melalui Keputusan Presiden RI No 41/TNI/Tahun 2020, yang dilandasi surat dari Panglima TNI No R/406-08/08/24 tentang kenaikan pangkat Danrem O41 Gamas.

Dengan kenaikan tipe A ini maka fasilitas dan perlengkapan tempur akan meningkat yang dibarengi juga dengan penambahan personil, tampak Korem 041/Gamas kian berbenah untuk hal ini mulai dari melakukan perluasan Makorem.

Dampaknya bagi masyarakat :
- Pembagian personil akan lebih merata dan meningkatkan pengawasan penuh TNI AD di Bengkulu yang sangat bagus menekan angka kriminalitas dan juga menekan radikalisme maupun gerakan teroris di 10 Kabupaten/Kota,

- Bertambahnya jumlah personil dan porsi anggaran, perputaran uang akan meningkat dan laju ekonomi di masyarakat akan bergerak mulai dari Pasar, Rumah Makan, Pusat Perekonomian, serta sektor lainnya akan merasakan dampak yang sangat baik.

3. Lanal Bengkulu
Untuk Landasan Angkatan Laut (Lanal) Bengkulu tengah menjalani tahapan kenaikan kelas dari yang sekarang Kelas C yang Komandan Landasan Angkatan Lautnl (Danlanal)-nya dijabat Letnan Kolonel (Letkol) menjadi Kelas B yang Danlanalnya dijabat Kolonel. 

Kenaikan kelas ini telah berprogress dan pada Januari 2020 lalu Gubernur Bengkulu Dr H Rohidin Mersyah sebelum melakukan cuti, telah melakukan Rapat bersama Tim Puspenerbal TNI Angkatan Laut (AL) di ruang rapat lantai III pemprov Bengkulu guna membahas Landasan Udara Angkatan Laut (Lanudal) di Bengkulu yang menjadi penunjang Lanal Tipe B, tampak hadir langsung dalam Rapat tersebut Kolonel Laut (P) Kicky Salvachdie Dir Perencanaan dan Pengembangan Pusat Penerbangan TNI AL (Dirrenbang Puspenerbal).

Dampak bagi masyarakat :
- Pembagian personil akan lebih merata dan meningkatkan pengawasan penuh TNI AL di Bengkulu yang sangat bagus menekan angka kriminalitas dan juga menekan radikalisme maupun ancaman dari laut di 10 Kabupaten/Kota,

- Bertambahnya jumlah personil dan porsi anggaran, perputaran uang akan meningkat dan laju ekonomi di masyarakat akan bergerak mulai dari Pasar, Rumah Makan, Pusat Perekonomian, serta sektor lainnya akan merasakan dampak yang sangat baik.

- Meningkatnya menjadi Tipe B maka Lanal Bengkulu akan memiliki Landasan Udara Angkatan Laut (Lanudal) dan memiliki pesawat ataupun helikopter untuk digunakan patroli di seluruh perairan Bengkulu mengingat Bengkulu memiliki garis panjang pantai 525 KM mulai dari ujung Kabupaten Kaur hingga Kabupaten Mukomuko serta keberadaan pulau terluar seperti Pulau Enggano yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.

Dengan hal ini keuntungannya, perairan Bengkulu akan menjadi terpantau secara maksimal keamanannya, membantu penyaluran logistik jikalau terjadi bencana alam, membantu pencarian korban kecelakaan laut dan lain sebagainya.

4. Bandara Internasional Fatmawati Soekarno
Bandar Udara Fatmawati Soekarno (IATA: BKS, ICAO: WIGG), sebelumnya Bandar Udara Padang Kemiling, adalah bandar udara di yang terletak di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, tepatnya di Jl. Raya Padang kemiling - Kecamatan Selebar - Kota Bengkulu. Bandar udara dengan panjang landas pacu 2.239 m x 150 m  dengan permukaan aspal merupakan bandar udara kelas I yang dikelola oleh UPT Ditjen Hubud. Jenis pesawat terbesar yang bisa beroperasi di bandar udara ini adalah Airbus A320 dan Boeing 737. Jarak dari kota terdekat ke bandar udara ini adalah 14 KM. Mengingat penerbangan antar Provinsinya hanya ke Jakarta, Rohidin sangat intens melakukan upaya menggebrak pengembangan Bandara Fatmawati Soekarno karena konektivitas udara sangat penting dalam menarik dampak ekonomi daerah lain ke Provinsi Bengkulu, semakin banyak pintu masuk ke Bengkulu maka makin banyak peluang Bengkulu membuka keterisoliran guna menumbuhkan geliat ekonomi

Tanggal 13 Oktober 2019, gebrakan Rohidin berbuah Manis. Bandara Fatmawati sah Dikelola PT Angkasa Pura II (persero). Bertempat di Jakarta Pusat, Bandara Fatmawati resmi diserahkan ke Angkasa Pura II oleh Kementerian Perhubungan, melalui skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) aset Barang Milik Negara, alhasil rute penerbangan banyak dibuka dan juga merintis penerbangan internasional ke Malaysia dan Singapura.

Di tahun 2020 ini, berikut Rute Penerbangan Bandara Fatmawati Soekarno :

- Batik Air : Jakarta—Halim Perdanakusuma, Jakarta–Soekarno–Hatta
- Citilink : Jakarta–Halim Perdanakusuma, Jakarta—Soekarno—Hatta
- Garuda Indonesia : Batam, Jakarta—Soekarno—Hatta, Palembang
- Lion Air : Jakarta—Soekarno—Hatta, Medan
- Sriwijaya Air : Jakarta—Soekarno—Hatta, Medan, Yogyakarta–Internasional,
- Susi Air : Enggano, Muko—Muko
- Wings Air : Bandar Lampung, Bandung, Batam, Jakarta–Halim Perdanakusuma, Medan, Muara Bungo, Padang, Palembang, Pekanbaru

Penerbangan dalam proses perintisan :
-Bengkulu-Medan dan Bengkulu-Yogyakarta
-Bengkulu-Singapore dan Bengkulu-Malaysia

Dampak bagi masyarakat :
- Memudahkan akses bagi masyarakat untuk berkunjung ke luar daerah maupun tujuan wisata, menempuh pendidikan, maupun mudik, dan lainnya,
- Mampu membuka pintu masuk bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Bengkulu mengingat 3 Event Besar Bengkulu (Festival Tabot, Festival Bumi Rafflesia, dan Festival Pesisir Pantai Panjang) menjadi Event Nasional yang sangat menarik minat wisatawan,
- Dengan terbukanya peluang kunjungan akan menumbuhkan ekonomi masyarakat, mulai meningkatnya hunian hotel, ramainya rumah makan, restoran, pusat ole-ole, souvenir dan dampak ekonomi lainnya.

Dalam penuturannya, Rohidin menjelaskan selama ini mempelajari secara mendalam apa yang membuat Bengkulu tidak sama dengan Provinsi tetangga di Sumatera. Setelah melalui pengkajian ternyata kerangka Provinsi Bengkulu berbeda yakni kelembagaannya dan konektivitas. Melihat inilah Pemprov Bengkulu mengambil langkah guna mendorong peningkatan status kelembagaan karena selain mendorong besarnya kerangka Provinsi, peningkatan ini juga mendorong pergerakan ekonomi karena perputaran anggaran.

"Selama ini kita terus bertanya apa yang membuat Bengkulu ketinggalan dengan Lampung, berbeda dengan Jambi, tidak sama dengan Palembang. Ternyata kalau diibaratkan rumah, mereka itu tipe 64 sedangkan kita rumah tipe 36, untuk itu kita mendorong pengembangan dan peningkatan Polda, Korem, Lanal dan Bandara Fatmawati," ujarnya.

"Ini nantinya akan berdampak sangat baik bagi perekonomian, untuk Polda, Korem dan Lanal naik tipe maka personil ditambah anggaran juga meningkat, perputaran anggaran ini nantinya akan membantu ekonomi masyarakat berkembang. Untuk Bandara jika pintu masuk ke Bengkulu tidak hanya satu maka akan menarik minat wisatawan berkunjung ke Bengkulu baik untuk berwisata ataupun tujuan lainnya, sekali lagi ini akan membantu ekonomi masyarakat bergerak," sambungnya.(ReTra)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size