Skip to main content
Kunker DPRD Padangsidimpuan ke Madina Tuai Polemik
Kunker DPRD Padangsidimpuan ke Madina Tuai Polemik

Kunker DPRD Padangsidimpuan ke Madina Tuai Polemik

Padangsidimpuan, Tuntasonline.com - Kunjungan kerja (kunker) sejumlah anggota DPRD Kota Padangsidimpuan ke Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Kamis 30 Juli 2020 lalu ternyata meninggalkan polemik.

Baca Juga :  Semarakkan HUT RI dengan Kibarkan Bendera, Gubernur Rohidin Akan Keluarkan Surat Edaran

Pasalnya, kunker yang terungkap melalui pemberitaan salah satu media di facebook itu diduga illegal tanpa teragenda secara kelembagaan.

Menjawab konfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Selasa (4/8/2020), Sekretaris DPRD Kota Padangsidimpuan Irfan Bahri mengaku tidak mengetahui terkait kunjungan kerja DPRD ke kabupaten Mandailing Natal tersebut.

"Saya tidak tahu itu," ujarnya singkat seraya mengatakan tidak ada agenda, menjawab  pertanyaan wartawan terkait SPPD.

Semestinya, perjalanan dinas pejabat dapat dilakukan dengan adanya undangan maupun surat yang dilayangkan ke tempat tujuan kunjungan dan perjalanan dinas itu dibekali SPT maupun SPPD.

Administrasi itu sebagai pertanggungjawaban penggunaan belanja perjalanan dinas dalam maupun luar daerah yang ditampung dalam Anggaran Pembangunan Belanja Daerah (APBD) di tahun anggaran berjalan.

Diketahui, salah seorang wakil ketua DPRD RN bersama NP, MHR, KS dari Fraksi Gerindra, TAT, AH dari Fraksi PDI Perjuangan, IH dan AH dari Fraksi Demokrat disebut-sebut melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Mandailing Natal.

Baca Juga :  Bantu Ringankan Beban Masyarakat, Kapolsek Pagar Jati Salurkan Bantuan Beras 

Namun, kunker sejumlah anggota dewan yang terhormat itu menuai protes dari kalangan Warganet karena tidak menjalankan protokol kesehatan Covid 19, memakai masker maupun menjaga jarak (physical distancing). (RF/TO)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size