Skip to main content
Su
Suasana Konferensi Pers di Graha Bank Bengkulu

Terkait Penundaan Kredit, Ini 6 Poin Penjelasan OJK Bengkulu

Bengkulu, TuntasOnline.com - Konferensi Pers Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) perihal Kebijakan Stimulus di Sektor Jasa Keuangan/ditunda sementara/restrukturisasi kredit akibat dampak Covid-19.


Dalam rangka mendukung langkah-
langkah Pemerintah untuk mencegah penyebaran Coronavirus (Covid-19), OJK telah mengeluarkan POJK No.11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus 
Disease 2019. Graha Bank Bengkulu Lantai 7, Kamis (26/03/2020).

 

Penundaan pembayaran kredit baik Perbankan ataupun Non Perbankan selama 1 tahun kedepan oleh pemerintah menuai kesalahpahaman, pasalnya hampir sebagian masyarakat memahami penundaan itu dengan diperbolehkan untuk tidak membayar kredit.


Kepala Kantor OJK Provinsi Bengkulu Yusri, menyampaikan sebenarnya bukanlah arahan untuk tidak melakukan pembayaran kredit selama 1 tahun, tetapi ditunda sementara atau restrukturisasi kredit.

Restrukturisasi itu ada beberapa macam diantaranya, penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan bunga

“Penentuan restrukturisasi itu nanti dilakukan oleh pihak bank dan nasabah, Nantinya dari laporan nasabah pihak Perbankan akan melakukan penilaian restrukrisasi seperti apa yang akan dilakukan,” kata Yusri dalam Konferensi Pers.


Sehubungan dengan hal tersebut, dapat kami sampaikan hal-hal yang termuat dalam POJK No.11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 sebagai berikut:

1. Istilah kelonggaran, keringanan atau penundaan dan sejenisnya merupakan 
bahasa publik yg perlu diterjemahkan dalam bahasa teknis perbankan sesuai 
dengan ketenuan yg telah dikeluarkan oleh OJK yaitu POJK 
No.11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai 
Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019


2. Oleh karena itu, istilah penundaan perlu kita baca ke dalam koridor 
restrukturisasi kredit, dimana di dalamnya ada beberapa pilihan yg dapat 
disepakati antara Perbankan/perusahaan pembiayaan dgn debitur, antara lain:
a. Penurunan suku bunga
b. Perpanjangan jangka waktu
c. Pengurangan tunggakan pokok
d. Pengurangan tunggakan bunga
e. Penambahan fasilitas kredit/pembiayaan
f. Konversi kredit/pembiayaan menjadi modal.


3.  Bagi para debitur yang mengalami perlambatan kegiatan usaha karena dampak penanganan penyebaran virus Covid-19 diminta untuk menghubungi Perbankan/Perusahaan Pembiayaan untuk sama-sama mencari solusi terbaik melalui upaya restrukturisasi kredit

4. Setiap Perbankan/Perusahaan Pembiayaan, masing-masing mempunyai kemampuan yang berbeda-beda, sehingga penanganan restrukturisasi kredit akan berbeda-beda juga.

5. Bagi debitur yang tidak terdampak atau masih dapat usahanya dan masih memiliki kemampuan keuangan untuk membayar  angsuran pinjaman, diharapkan untuk tetap dapat memenuhi kewajibannya sesuai kesepakatan dalam pinjaman kredit.

6. Kita harus sama-sama menyadari bahwa kredit/pembiayaan yang diberikan oleh Lembaga Jasa Keuangan kepada debitur berasal dari dana masyarakat yang pada saatnya juga harus dikembalikan. Apabila Lembaga Jasa Keuangan tidak bisa mengembalikan dana masyarakat maka kepercayaan masyarakat akan runtuh dan dapat menyebabkan masalah yang lebih besar lagi l. (Mic)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size