Skip to main content
T
Terduga Pelaku Diamankan

Sempat Buron, Mantan Kades Tersangka Korupsi Berhasil Diciduk

Rejang Lebong, TuntasOnline.Com - Tersangka dugaan korupsi Dana Desa, mantan Kepala Desa Selamet Sudiharjo (SS), kecamatan Bermani Ulu, kabupaten Rejang Lebong, Sukardi, yang telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak Agustus 2019 oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) RL dan menjadi buron sejak saat itu, akhirnya berhasil diciduk oleh Tim Kejari RL di rumahnya, pada Selasa (24/03/2020) pukul 23.00 wib.

Seperti, disampaikan Kajari RL, Conny Tonggo Masdelima, SH. MA., pada awak media, Rabu (25/04/2020). Untuk kronologisnya, pihaknya mendapat informasi dari masyarakat, jika tersangka sering menampakkan diri kembali di desanya, yang selama ini telah menghilang lama. Sehingga, pihaknya melakukan pemantauan bersama tim aparat, ternyata informasi tersebut akurat.

"Ada informasi ia kerap pulang ke rumah saat Maghrib dan kembali ke luar rumah sebelum waktu subuh, saat kita cek dan benar adanya, sehingga kita langsung melakukan penangkapan, meskipun tersangka sempat mau melarikan diri dan melakukan perlawanan, akhirnya digagalkan dengan suara pistol ke udara dari pihak kepolisian, saat itulah salah satu keluarganya mendatangi tim dan mengatakan agar tersangka ditangkap baik - baik," jelasnya.

Ditambahkan, Conny, terhadap tersangka masih akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut dan pihak langsung melakukan penahanan terhadapnya di Lapas Klas II A Curup. Bahkan, dari 20 pertanyaan yang sudah diajukan kepada tersangka, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lainnya.

Kemudian ia mengatakan, untuk diketahui, tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi Dana Desa (DD) ataupun Anggaran Dana Desa (ADD) Selamet Sudiharjo dan menyebabkan kerugian negara senilai kurang lebih Rp 1 Milyar. Rinciannya, DD berkisar Rp 700 juta dan ADD bekisar Rp 300 juta.

"Uang tersebut diakuinya ia gunakan untuk kepentingan pribadi. Kalau untuk pelanggaran pasalnya adalah Undang - Undang Tipikor, pasal 2 dan 3 dengan ancaman 15 tahun penjara," pungkas Kajari RL.(Ade)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size