Skip to main content
Ilustrasi
Ilustrasi

Lontarkan Kata Kasar, Kapolres Panggil Ajudan Bupati Tator

Tanah Toraja tuntasonline.com - Kapolres Tator, AKBP Julianto Sirait berencana akan memanggil ajudan Bupati Tator berinisial “KT”, terkait dengan kata kasar yang dilontarkan terhadap dua jurnalis online di Tana Toraja saat hendak meliput diruang Bupati Toraja, Nicodemus Biringkanae, Senin 5 Februari 2018 kemarin.

AKBP Julianto Sirait kepada media ini , mengatakan jika terkait dengan kata kasar dan pengusiran yang dilakukan oknum anggota polisi yang kini menjadi ajudan Bupati Tator, pihaknya meminta maaf selaku pimpinan anggota Polri tersebut.

“Pertama -tama saya ini selaku pimpinan anggota polisi yang bersangkutan, yang kini jadi ajudan Bupati. Saya meminta maaf atas perlakuan yang dilakukan anggota saya yang tidak sepantasnya dia lakukan”kata AKBP Julianto Sirait. Selasa 6 Februari 2018.

Ia menambahkan jika dalam waktu dekat akan memanggil dan meminta konfirmasi penyebab dari apa yang menimpa kedua jurnalis online pada hari Senin 5 Januari 2018 kemarin.

“Jika itu benar, maka saya akan memberikan teguran kepada yang bersangkutan”kata Kapolres Tator, saat ditemui media di Mapolres Tana Toraja.

Sebelumnya ajudan Bupati berinisial “KT” melontarkan kata kasar kepada dua jurnalis Online, dimana salahsatunya adalah kontributor KabarToraja.com yakni Andarias.

Dimana saat itu Andarias dihalangi saat hendak mewawancarai Bupati Nicodemus Biringkanae, secara tiba-tiba ajudan Bupati melontarkan kata kasar terhadap dua jurnalis yang berada didepan pintu masuk ruang Bupati Tator.

“Eh, tidur bapak, kau mau mendengar tidak, kalau tidak saya lempari kau nanti”, kata ajudan Bupati Tator.

Sementara itu Andarias yang melakukan peliputan di lokasi merasa tidak terima perlakuan kasar dari sang pengawal Bupati Tator tersebut. Ia mengatakan jika tindakan tersebut merupakan pelecehan terhadap jurnalis.

“Cara bicaranya yang kasar, mestinya bicara baik-baik, kata-kata yang dilontarkan seolah-olah tidak mencerminkan ia sebagai ajudan”kata Anda.

Tidak hanya Andarias, jurnalis perempuan yang juga bertugas melakukan peliputan mendapatkan perlakuan kasar dari sang ajudan Bupati. Risna jurnalis online media lokal tersebut menuturkan jika dirinya seakan terancam saat ajudan mengambil Handitalky (HT) dari saku dan seakan ingin melempar jurnalis yang hendak masuk untuk melakukan konfirmasi terhadap orang nomor 1 di Tana Toraja tersebut.

“Coba awalnya dia bilang bupati tidur kami akan setia menunggu, saat kami masuk dia berkata kasar, padahal masih bisa kok bicara baik”,jelasnya. (Gidion/anda/yustus)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size