Skip to main content
Kondisi Jalan yang seperti 'Kubangan Kerbau'
Kondisi Jalan yang seperti 'Kubangan Kerbau

Miris Jalan Penghubung Dua Kecamatan Tak Dapat Perhatian Pemerintah

Mamasa,Tuntasonline.com – Sangat Disayangkan perhatiaan Pemerintah Terhadap Jalan alternatif penghubung Kecamatan Panak dan Kecamatan Nosu dengan ibu kota mamasa kondisinya sagat memprihatinkan. 

Bahkankondisinya sagat ironi, Ibarat 'kubangan kerbau', Akibat kondisi jalan yang rusak, harga barang-barang di dua kecamatan tersebut mengalami kenaikan. Potret kondisi jalan yang rusak parah menuju Kecamatan Panak dan Nosu sejenak menghetak pandangan kita. Kondisi jalan yang menghubungkan kota Mamasa degan kecamatan panak dan nosu adalah salah satu contoh bahwa pembanguan infrastruktur di Mamasa masih minim dan belum merata

Sekedar diketahui Jarak antara Kecamatan Panak, Kecamatan Nosu dengan Ibukota Kabupaten Mamasa diperkirakan berkisar 53 Km. Akses jalan yang digambarkan diatas meruapakan jalan alternatif yang sering digunakan warga di dua kecamatan ini menuju ke-kota Mamasa.


Menurut salah seorang Tokoh Masyarakat Desa Baneak Kecamatan Sumarorong, Sugianto mengatakan bahwa, jalan alternatif ke-Kecamatan Panak dan Kecamatan Nosu sangat sulit di lalui kendaraan roda empat maupun roda dua, karena kondisi jalanannya banyak kubangan lumpur. Seringkali masyarakat di daerah ini kadang lebih memilih berjalan kaki ketibang naik motor karena kondisi jalan yang rusak. Apalagi kalau musim hujan tibah, kondisi jalannya ibarat kubangan kerbau,Jelas Sugianto.

Bahkan Kadang-kadang lanjut sugianto masyarakat penguna jalan menuju ke-kecamatan Panak dan kecamatan Nosu ini harus mermalam dijalan karena kondisi jalan yang sulit dilalui, terutama kepada pedagang yang mengunakan jalan alternatif ini. Akibatnya barang dagangan mereka di naikkan harganya karena ongkos kendaraan juga naik.
Pernyataan yang sama juga di ungkapkan Kepalah Sekolah SDN 009. Ibu Ratte Maryam, S.Pd. menurut Maryam Jalan yang menhubungkan Kecamatan Pana dan Kecamatan Nosu dengan Ibukota Kabupaten Mamasa yang jaraknya kurang lebih 53 km memang kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Selain kondisi jalan yang berkubang kayak 'kubangan kerbau' akses jalan ini juga sering putus akibat tanah longsor, ungkap maryam. 

Setiapkali ada urusan kekota lanjut dia, atau ada pangilan rapat kedinas seringkali saya mengalami kesulitan. Apalagi kalau pada saat musim hujan. “Karena tugas tak jarang saya terpaksa kadang harus merogok kantong hingga Rp. 150.000,- untuk ongkos ojek karena hanya itu yang lancar, Jelas Maryam bercerita kepada media ini.


Baik Sugianto maupun Maryam berharap, ada perhatian pemerintah yang serius segera memperbaiki akses jalan ke- Kecamatan Panak dan Nosu.

“kasihan masyarakat diasana selain harus mempersiapkan biaya transportasi yang mahal ketika ada pengurusan kekota, mereka juga harus menikmati harga barang yang mahal sebagai akibat inflasi karena akses jalan yang rusak " kata Maryam. 

Harapanyang sama diungkapkan sugianto “Semoga melalui APBD tahun 2018 ini, jalan Ke-Kecamatan Panak dan Nosu bisa segera diperbaiki",Harapnya. (Gidion)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size