Skip to main content
kepala BPS Bengkulu Tengah Tina Wahyufitri, M.Si
kepala BPS Bengkulu Tengah Tina Wahyufitri, M.Si

Beban Tanggungan Guru Belum Ideal

Karya : Tina Wahyufitri

Tuntasonline.com - Guru adalah elemen kunci sistem pendidikan,Karena keberadaannya sangat penting, tentu setiap anak didik butuh mendapat perhatian yang memadai dari bapak/ibu gurunya.  Namun jika kita cermati data Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkulu Tengah tahun 2016, ternyata rasio guru murid untuk level SD dan SMP Negeri di beberapa kecamatan, timpang.

Untuk level SD, kebanyakan rasio guru murid di suatu kecamatan rata-rata berkisar di 1 : 14. Tapi ternyata ada kecamatan yang rasio guru muridnya bisa mencapai 1 : 28.  Di tingkat SMP, kebanyakan rasio guru murid ada di kisaran 1  berbanding 7 hingga 24 murid. Namun lagi-lagi  di suatu kecamatan tertentu ada yang rasionya hingga 1 : 32 murid.

Sebaran Guru Tidak Merata

Membludaknya guru  yang bertugas di kecamatan - kecamatan tertentu menyebabkan kecamatan lainnya jadi kekurangan tenaga pendidik, Di Merigi Kelindang  satu guru SD bisa menangani hampir tiga puluh murid. 

Padahal sembilan dari sepuluh kecamatan lainnya beban tanggungannya Cuma separuhnya yaitu 1:7 hingga 1 : 14. 

Sementarakita tahu bahwa proses pembelajaran di SD masih sangat bergantung kepada guru sebagai pengajar sekaligus pendidik.

Di tingkat SMP juga terjadi fenomena serupa, Lagi-lagi beban tanggungan guru di Kecamatan Merigi Kelindang adalah yang tertinggi yaitu satu guru mengangani lebih dari tiga puluh murid. Rasio tertinggi selanjutnya ada di Kecamatan Merigi Sakti yaitu 1 : 23. Sedangkan delapan kecamatan lainnya rasio guru muridnya berkisar di 1 : 15.  

Jumlah Siswa Beragam di Kecamatan

Sebaran jumlah siswa memang tidak merata di setiap kecamatan. Namun dibandingkan dengan jumlah siswa di kecamatan lain, Merigi Kelindang dan Merigi Sakti patut mendapat perhatian dari pemerintah daerah Bengkulu Tengah karena jumlah anak sekolah di dua kecamatan ini sangat tinggi. 

Di level SD, jumlah murid sekolah di Merigi Kelindang sebanyak 1.027 anak. ini merupakan jumlah kelima terbanyak dibawah jumlah anak didik yang ada di Pondok Kelapa, Karang Tinggi, Taba Penanjung dan Talang Empat.

Murid SMP terbanyak ada di Pondok Kelapa yaitu 1.458 murid, selanjutnya Merigi Kelindang 855 murid dan diikuti Merigi Sakti 535 murid. 

Pentingnya Pendistribusian Guru yang Berkeadilan

Masalah ketidakmerataan distribusi guru ini sebenarnya tidak hanya terjadi di Bengkulu Tengah.  Problematika ini juga bisa ditemui di kabupaten/kota lainnya di Provinsi Bengkulu. Namun pemerintah daerah Bengkulu Tengah perlu lebih serius mencermatinya karena angka rata-rata lama sekolah Bengkulu Tengah paling rendah dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Bengkulu. 

Berdasarkan data BPS, masyarakat Bengkulu Tengah yang berumur 15 tahun ke atas rata-rata lama  pendidikan formalnya sekitar 6,88 tahun atau setara 1 SMP.  Kota Bengkulu yang berbatasan dengan Bengkulu Tengah rata-rata penduduknya bersekolah selama 11,46 tahun atau sekitar Diploma I. Walaupun pemerintah daerah Bengkulu Tengah menggencarkan program wajib belajar, kalau murid banyak tidak tertangani dengan baik tentu bisa menurunkan minat belajar anak.

Ketidakmerataan penyediaan guru akan menimbulkan gangguan pada sistem pendidikan dan merugikan masyarakat di daerah dalam. Hal ini telah menjadi keprihatinan Bupati Bengkulu Tengah yang kemudian seperti diberitakan di media massa lokal, di bulan Maret 2017 menginstruksikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Bengkulu Tengah untuk melakukan tindakan.

Ada banyak faktor yang dapat mendorong pemerataan guru diantaranya infastruktur yang baik, jaminan kesejahteraan tambahan bagi guru di kecamatan dalam dan fasilitas sekolah yang memadai. Jika tiga hal diatas mengalami perbaikan, tentu semangat pengabdian seorang guru tak akan memudar. (**)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size