Skip to main content
Distan Karo melakukan komunikasi, informasi dan edukasi kepada peternak dan pedagang untuk antisipasi penularan PMK (Foto : istimewa)
Distan Karo melakukan komunikasi, informasi dan edukasi kepada peternak dan pedagang untuk antisipasi penularan PMK (Foto : istimewa)

58.975 Ternak di Kabupaten Karo Dimaksimalkan Terhindar PMK

Karo,TuntasOnline.com -  Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Karo, Sumatera  Utara, tetap berupaya keras untuk  menghindari penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak.

Selain hewan peliharaan masyarakat, Distan Karo juga melakukan pengawasan ketat di perbatasan terhadap hewan yang masuk ke Kabupaten Karo.

Data yang diperoleh dari Distan Kabupaten Karo diketahui saat ini hewan ternak yang di antisispasi tidak tertular PMK sebanyak  58. 975 ekor. Dengan rincian  populasi ternak : sapi potong 13.763 ekor, sapi perah   3.451 ekor, kerbau 2.130 ekor, kambing 15.840 ekor, domba 1.409 ekor, dan babi sebanyak  22.382 ekor.

Sampai hari ini, ternak di Tanah Karo masih terbebas dari penyakit mulut dan kuku. Walau demikian, kita  tidak boleh lengah dan harus  senantiasa waspada”, ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Metehsa Karo - Karo didampingi Sekretaris drh. Herni Lidia Br Perangin-angin serta Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Rafael Amigo, Rabu (22/6/2022).

Untuk mengantisipasnya,  Distan Karo tetap melakukan kegiatan pencegahan   sekaligus penanggulangan penyakit mulut dan kuku pada ternak dengan melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada peternak. Pemeriksaan serta pengawasan juga terus digelar petugas Peternakan dan Kesehatan Hewan di lapangan secara rutin mulai pada tanggal 10 Mei 2022 yang lalu Distan Karo melakukan pengawasan ternak yang akan masuk ke pasar hewan, terutama yang berasal dari luar Tanah Karo. SKKH diperiksa dari daerah asal, sekaligus melakukan KIE terhadap pedagang.

"Melakukan pengawasan ternak yang akan dipotong di RPH serta melakukan penyemprotan desinfektan di lingkungan RPH" , tutup Metehsa.

Sementara itu, anggota DPRD Karo Ferianta Purba dari fraksi Golkar dan Imanuel  Sembiring dari fraksi Nasdem meminta kepada pemkab Karo hususnya distan Karo untuk melaukan pengawasan secara ketat masuknya ternak dari luar kabupaten Karo. Diketahui bahwa beberapa tahun yang lalu ada virus yang menyebabkan ternak babi banyak yang mati. Hal ini jangan terulang kembali. Jngan anggap sepele, kasian masyarakat terlebih dampak pandemi cobid 19 masih terasa",pungkasnya.(wan/TO)

 

Facebook comments

Adsense Google Auto Size