Skip to main content
Bupati Dairi Tinjau Lokasi Perambahan Hutan Lae Pondom
Bupati Dairi Tinjau Lokasi Perambahan Hutan Lae Pondom

Bupati Dairi Tinjau Lokasi Perambahan Hutan Lae Pondom

Dairi, Tuntasonline.com - Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu meninjau lokasi perambahan hutan lindung Lae Pondom dan hutan lindung di Desa Dolok Tolong, Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi,  pada Kamis (10/6/2021). 


Bupati Dairi dalam peninjauannya didampingi oleh Kajari Dairi Syahrul Juaksha Subuki, Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 0206 Dairi Kapten Inf. M. Nainggolan, Kepala BPN Kabupaten Dairi Rasmon Sinamo, Kepala Dinas Lingkungan Kabupaten Dairi Amper Nainggolan, Camat Silahisabungan Hamaska Silalahi dan Camat Sumbul Rimson Simamora.

Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu mengatakan bahwa pemerintah daerah telah melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi Sumatera Utara dalam hal langkah-langkah yang diperlukan dalam penanganan perambahan hutan lindung di 2 lokasi tersebut.


Upaya yang akan dilakukan oleh pemerintah – dikatakan Bupati Dairi harus menghentikan kegiatan perambahan hutan yang merupakan hutan lindung yang harus dipelihara untuk kelestarian alam.

“Ini kita harus hentikan, kami telah turun ke lapangan melihat situasi dan segera mengambil langkah untuk tindakan penghentian perambahan hutan”, ujar Eddy Berutu. 


Dengan tegas juga Bupati Dairi menyampaikan kepada masyarakat siapapun yang melakukan perambahan segera menghentikan kegiatannya karena hutan tersebut adalah hutan lindung. Hutan lindung seharusnya dijaga dan tidak boleh diganggu untuk keberlangsungan kelestarian alam. 


“Siapapun yang melakukannya segera menghentikannya supaya kelestarian alam dapat kita jaga,” tegasnya.

Beberapa langkah Ia sampaikan telah dilakukan untuk mencegah terjadinya kembali perambahan hutan diantaranya dengan memasang spanduk larangan serta plank peringatan di beberapa titik. Bupati Eddy Berutu juga mengatakan akan melakukan penanaman ulang terhadap pohon-pohon yang telah dirambah, bersama dengan pihak provinsi, kabupaten dan forkopimda serta masyarakat.


Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) XV Kabanjahe Jaka Hubayanta, S.Hut yang ikut dalam peninjauan hutan lindung tersebut mengatakan pihaknya telah rutin melakukan pratoli dan berupaya dengan pemerintah daerah dan forkopimda untuk kembali menghijaukan lokasi hutan yang dirambah sebagai sumber resapan air. 


“Kawasan hutan ini kawasan hutan lindung statusnya. Kegiatan ini kegiatan bersama, manfaatnya untuk kita bersama, kami sangat berharap agar saling bersinergi dalam menjaga dan melestarikan hutan untuk kepentingan masyarakat terutama untuk masyarakat yang berada disekitar kawasan hutan. Untuk penanaman pohon akan kita lakukan secepat mungkin,” ujar Jaka Hubayanta. 


Sementara itu, Kapolres Dairi AKBP. Ferio Sano Ginting,SIK,MH  saat mendampingi Bupati Dairi dan rombongan dalam meninjau lokasi perambahan hutan di dolok tolong mengatakan perambahan hutan merupakan isu lingkungan yang sangat sensitif yang harus ditangani secara bersama. Sebagai penegak hukum di wilayah Kabupaten Dairi.


Kapolres Dairi mengutarakan sesuai arahan Bupati Dairi, akan melakukan operasi bersama melakukan pemetaan ataupun tukar informasi sehingga dapat memetakan persoalan perambahan ini untuk nantinya menjadi bahan penyelidikan bersama. 


“Kami himbau kepada masyarakat, jika ada yang menemukan kegiatan penebangan pohon secara liar segera diinformasikan ke kami sehingga bisa kita lakukan tindakan selanjutnya sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” tegas Kapolres. (IP/TO)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size