Skip to main content
Polres Batu Bara Amankan Terduga Penampung TKI Ilegal
Polres Batu Bara Amankan Terduga Penampung TKI Ilegal

Polres Batu Bara Amankan Terduga Penampung TKI Ilegal

Batu Bara, Tuntasonline.com - Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis melakukan konfrensi pers terkait pengiriman 17 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang akan di berangkatkan ke malaysia, di halaman Polres Batu Bara,Senin(11/01/2021).

17 TKI Ilegal tersebut akan direncanakan  keberangkatannya ke Negri Jiran malaysia, menggunkan kapal tongkang melalui jalur tikus di perairan selat malaka kabupaten Batu bara.

13 orang TKI Ilegal di antaranya dari Propinsi Jawa Timur, selebihnya dari Aceh dan Jawa Barat,Kata Kapolres Batu Bara

Kapolres Batu Bara Mengatakan, para TKI ilegal  tesebut di amankan petugas di dusun Bandar Sono, Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, di rumah milik Haidir alias Khoirul, sebutnya Ikhwan Lubis

Pemilik kapal tongkang, Deni di tetapkan sebagai tersangka dan masih buron, juga Haidir pemilik rumah sebagai tersangka.

Sementara 17 orang TKI ilegal yang akan di kirim akan di serahkan ke Dinas Sosial, untuk di pulangkan ke daerah asalnya.

Hasil dari pemeriksaan, satu orang TKI ilegal di kenakan biaya 2,5 juta sampai 3 juta.

Tersangka di kenakan pasal 2, 10 dan 11, Undang – undang Republik Indonesia, Nomor 21 Tahun 2007, tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang, dengan hukuman di atas 3 tahun Penjara, pungkas AKBP Ikhwan Lubis.

17 orang TKI Ilegal masih dalam pemeriksaan petugas, Satreskrim Polres Batu Bara juga mengamankan 19 unit Hp dan 13 Pasport.

Turut hadir saat konfrensi pers, Kasat Reskrim, AKP Fery Kusnadi, Kasubag Humas, AKP Niko Siagian, Kanit Resum dan insan pers Batu Bara.

Saat di interogasi Kapolres Batu Bara, Haidir mengaku baru kali ini melakukan penampungan TKI ilegal.

“Saya tidak tahu kalau yang saya lakukan melanggar hukum, karena saya cuma menyediakan penginapan sementara belum berangkat,” ungkap Haidir.

Aku cuma di bagi 300 ribu untuk sewa rumah, dan aku cuma mengambil jasa kasi makan para personil, satu orang 10 ribu untuk satu kali makan, jelas Haidir.

“Menyesal saya pak, minta maaf lah pak, gak tau kalau yang kulakukan ini salah di mata hukum,” ucap Haidir menyesali perbuatannya.(Zfn/TO)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size