Skip to main content
Kupas Masalah Banjir : Kegagalan Helmi Tata Kota dan Drainase Hingga Tambang Agusrin yang Peroleh Raport Merah dari KemenLHK RI
Kupas Masalah Banjir : Kegagalan Helmi Tata Kota dan Drainase Hingga Tambang Agusrin yang Peroleh Raport Merah dari KemenLHK RI

Kupas Masalah Banjir : Kegagalan Helmi Tata Kota dan Drainase Hingga Tambang Agusrin yang Peroleh Raport Merah dari KemenLHK RI

Bengkulu, TuntasOnline.com - Debat selanjutnya Pasangan Calon Nomor urut dua masi mendominasi jalannya debat dengan jawaban yang sangat sesuai dengan keinginan Masyarakat Bengkulu.


Pertanyaan dari moderator yang mana para aktivis lingkungan hidup mempersoalkan kerusakan lingkungan di Pulau Tikus, dan limbah PLTU, Senin (23/11).


"Menyelamatkan lingkungan itu adalah menyelamatkan generasi masa depan. Maka terkait transkipmen kita telah mengeluarkan peraturan gubernur tentang larangan transipmen di pulau tikus dan dipastikan tidak boleh dilakukan.


Terkait limbah di PLTU "saya pastikan kemaren saya sudah mengundang inspektorat jendral ESDM. Saya ingin memastikan bahwa Gubernur dengan keras memastikan kalau teknologi pengolahan limbahnya tidak dipastikan aman bagi lingkungan, aman bagi biota laut, aman bagi mayarakat sekitar, saya pastikan saya tidak akan menyetujui sertipikat berlayar oprasinya," tegasnya.


Namun persolan lingkungan yang lebih penting di Bengkulu adalah banjir, malam ini saya sampaikan ungkapan keprihatinan atas banjir yang terjadi di Provinsi Bengkulu.


"Faktor utama banjir di Bengkulu ini terjadi di hulu dimana aktivitas tambang. Salah satu aktivitas tambang DMQ yang salah satunya punya keluarga besar calon Gubernur nomor tiga pak Agusrin. Yang pada tahun ini mendapatkan rapot merah dari Kementrian Lingkungan Hidup, dengan kinerja lingkungan yang sangat buruk," tegasnya.


"Penyebab banjir kota yang kedua adalah soal sub persoal lingkungan perizinan tata kota cipmen area Kota Bengkulu sangat buruk, lokasi pengelolaan TPAnya tidak ada maka pertumbuhan perumahan yang sangat pesat dikota Bengkulu, yang tidak diikuti dengan kepatuhan tata Ruang kemudian dengan sistem drenase yang bagus, itulah yang menyebabkan banjir besar di kota Bengkulu," pungkasnya. (Panji)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size