Skip to main content
Apa Gunanya Tol Bagi Bengkulu? Ini Hal Penting yang Harus Kamu Ketahui
Apa Gunanya Tol Bagi Bengkulu? Ini Hal Penting yang Harus Kamu Ketahui

Apa Gunanya Tol Bagi Bengkulu? Ini Hal Penting yang Harus Kamu Ketahui

Bengkulu, TuntasOnline.com - Tol Bengkulu- Lubuk Linggau Sumatera Selatan menjadi salah satu konektivitas yang dibangun untuk menghubungkan Bengkulu dengan kawasan tengah Pulau Sumatera.

Tol yang menghubungkan Bengkulu – Lubuklinggau ini merupakan proyek strategis nasional dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang digarap oleh PT. Hutama Karya Insfrastruktur (HKI). Tol ini sendiri merupakan Tol Sirip Trans Sumatera Bengkulu – Lubuklinggau yang ruasnya akan terbentang mulai dari Kota Bengkulu melintasi Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Rejang Lebong, dan berakhir di Kota Lubuklinggau, Sumatra Selatan.

Panjang totalnya mencapai 95,8 kilometer yang pembangunannya terbagi dalam tiga seksi. Seksi 1 dari Kota Bengkulu – Taba Penanjung sepanjang 17,6 kilometer, seksi 2 dari Taba Penanjung – Kepahiang sepanjang 23,7 kilometer dan seksi 3 dari Kabupaten Kepahiang – Lubuklinggau sepanjang 54,5 kilometer.

Banyak bertanya apa gunanya Tol Bengkulu-Lubuk Linggau dibangun, kali ini ulasan manfaat Tol sebenarnya disampaikan langsung Gubernur Bengkulu Dr H Rohidin Mersyah yang tengah menjalani Cuti diluar tanggungan negara. Dalam Rapat bersama Menteri Bappenas RI dan Menteri BUMN, Rohidin bersikukuh meminta pemindahan Ruas Tol yang sebelumnya diwacanakan Indralaya-Prabumulih, Prabumuli-Lubuk Linggau, Lubuklinggau-Bengkulu menjadi bagian terakhir dalam proyek strategis nasional ini.

"Saya pernah rapat bersama Menteri Bappenas dan Menteri BUMN kalah itu saya minta pemindahan ruas tol yang diwacanakan dari Indralaya-Prabumulih, Prabumulih-Lubuklinggau, Lubuklinggau-Bengkulu menjadi bagian terakhir," ujarnya.

"Saya sampaikan bersama Menteri, cara yang benar sesungguhnya adalah Sumatera ini dipotong menjadi tiga, kawasan Utara dikeluarkan dari Pelabuhan Belawan Sumatera Utara, Kawasan Barat dikeluarkan di Pelabuhan Teluk Bayur Sumatera Barat, dan Kawasan Tengah dan Selatan dikeluarkan di Pulau Baai Bengkulu. Inilah konektivitas tol laut yang dimaksud pak Presiden Jokowi, akhirnya mereka sepakat dan menandatangani kesepakatan," sambungnya.

Banyak yang menanyakan apa gunanya Tol bagi Bengkulu, Rohidin menjawab dengan beberapa poin penting yakni :

1. Tol digunakan untuk menarik kegiatan Ekonomi masyarakat Kabupaten Provinsi Tetangga karena jika melewati Tol tersebut mereka mempunyai waktu tempuh hanya kisaran 1-2 jam. Otomatis mereka akan tertarik berkunjung wisata ke Bengkulu baik hanya untuk beriwisata ke Pantai Panjang maupun menghadiri Event Nasional seperti Festival Tabut, Festival Bumi Rafflesia, dan Festival Pesisir Pantai Panjang yang secara tidak langsung akan berdampak langsung kepada ramainya Rumah Makan, Butik, Pusat Ole-ole, serta Hunian/Hotel,

2. Tol digunakan untuk mempermudah akses luar Provinsi Bengkulu dan Tetangga, karena selama ini pasokan logistik Pulau Sumatera bagian Tengah dan Selatan berpusat di Palembang dan Lampung bergerak dengan  jarak tempuhnya hampir 10-13 jam, jika dihubungkan melalui Tol maka jarak tempuh hanya beberapa jam dan logistik akan relatif lebih cepat,

3. Tol digunakan menggerakkan Kawasan Ekonomi di Pulau Baai, karena Rohidin menginginkan yang menggunakan Pulau Baai tidak hanya Penduduk Bengkulu yang pendudukannya hanya 2 juta, tapi juga Kabupaten/Kota pada Provinsi Tetangga yang hasilnya akan menggerakkan Pulau Baai karena Pelabuhan Pulau Baai tidak akan hidup jika digunakan hanya oleh Bengkulu, untuk diketahui perlunya Pulau Baai dibangkitkan dikarenakan :

- Menghidupkan terminal curah cair untuk Sawit agar alur ekspor berubah melalui Pulau Baai sehingga harga sawit naik secara masif Rp.300-400/kg dan bersifat permanen, hal ini lantaran selama ini Sawit Bengkulu diekspor melalui Belawan Sumatera Utara dan Teluk Bayur Sumatera Barat sehingga sawit Bengkulu terkena pinalti dengan potongan harga Rp.300-400, ditargetkan Terminal Curah Cair akan rampung tahun depan dan petani sawit akan merasakan dampaknya,

-  Menghidupkan terminal curah kering agar ekspor Kopi bisa dilakukan sendiri, karena selama ini Kopi Bengkulu tidak bisa mengolah sendiri dan kopi diekspor ke Daerah lain. Di daerah lain tersebut Kopi Bengkulu diolah dan diekspor kembali dengan branding daerah tersebut sehingga tak ada dampak baik bagi petani kopi Bengkulu.

Menyikapi ini Rohidin telah membangun Resi Gudang untuk penampungan Kopi dari Petani di Kabupaten Kepahiang dan Pabrik Pengolahan Kopi di Bengkulu Tengah yang tengah berprogres dan terminal curah kering di Pulau Baai sebagai Penampungan Kopi siap ekspor agar bisa memgekspor sendiri, hal ini akan menambah nilai jual kopi hingga Rp.3000/kg sehingga akan berdampak sangat baik bagi petani kopi,

- Menghidupkan Ekspor Karet, Rohidin telah berkordinasi dengan Bupati Bengkulu Utara dan Bupati Seluma terkait pabrik pengolahan karet menjadi lempengan agar mampu mengolah karet petani menjadi lempengan agar dapat diekspor melalui Pulau Baai ke Korea Selatan dan India sebagai improtir terbesar di dunia. Melalui ini nantinya harga karet akan naik progresif dan menaikan harga secara masif.

"Masyarakat sering bertanya kepada saya, apa gunanya Tol bagi kami masyarakat Bengkulu Selatan, Rejang Lebong dan Bengkulu Tengah. Saya jawab tol tersebut memang tidak berdampak pada alur perjalanan kamu tapi saya mencoba menarik gerak kegiatan ekonomi masyarakat Provinsi tetangga agar dapat ke Bengkulu karena jarak tempuh yang singkat, logistik lewat Bengkulu akan cepat, Pelabuhan Pulau Baai akan hidup dan semuanya akan merasakan dampak, itulah guna tol yang saya maksud," papar Rohidin.(ReTra)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size