Skip to main content
Bentuk Karakter Generasi dengan Ilmu Al-Qur'an Cara Rohidin Wujudkan Bengkulu Religius Sebenarnya
Bentuk Karakter Generasi dengan Ilmu Al-Qur'an Cara Rohidin Wujudkan Bengkulu Religius Sebenarnya

Bentuk Karakter Generasi dengan Ilmu Al-Qur'an, Cara Rohidin Wujudkan Bengkulu Religius Sebenarnya

Bengkulu, TuntasOnline.com - Upaya Dr H Rohidin Mersyah melakukan antisipasi Penyimpangan Sosial dan Kenakalan Remaja dituangkan dalam kebijakan Peraturan Gubernur (Pergub) Bengkulu dengan mengedepankan Pendidikan Al-Qur'an bagi generasi penerus dari usia dini hingga masuk usia sekolah.

Sebelum mengambil cuti sebagai Gubernur Bengkulu, Rohidin telah menginisiasi kebijakan melalui Pergub Bengkulu yang mewajibkan Anak Sekolah Dasar (SD) yang ingin mendaftarkan diri melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) harus bisa membaca Al-Qur'an bagi yang beragama islam, Pergub ini telah ditandatangani dan akan diberlakukan pada 2024.

"Saya bukan menutup mata untuk program yang sifatnya religius, saya sebelum cuti kemaren telah membuat Pergub agar setiap anak SD yang masuk ke SMP harus bisa membaca Al-Qur'an menjadi syarat utama. Ini sudah saya tandatangani namun kita terapkan di 2024," ujarnya.

"Kenapa diterapkan 2024? Karena saya mau memberikan waktu kepada anak-anak yang sekarang kelas 3 mendalami dan belajar membaca Al-Qur'an. Kita tidak bisa menerapkan suatu kebijakan serta merta tanpa melakukan kajian terlebih dahulu," tuturnya.

Rohidin meyakini melalui kebijakan ini mampu membangkitkan nilai-nilai agama dari generasi penerus Bengkulu yang dampaknya nanti akan menekan penyimpangan sosial di masyarakat, karena melalui pendidikan Al-Qur'an mampu menjadikan diri seseorang menjadi kuat dan berpendirian teguh iman maupun kepribadian dari hal-hal batil.

Setiap ayat yang dibaca dan dipelajari akan mampu memberi cahaya kepada setiap orang sehingga mampu mengendalikan diri saat bermasyarakat yang dampaknya akan menekan berbagai bentuk penyimpangan sosial, seperti kekerasan, pencurian, penganiayaan terhadap perempuan, anak dan penyandang disabilitas.

"Saya sengaja dibuat Pergub dulu supaya cepat nanti ini juga akan kita tingkatkan menjadi Peraturan Daerah, ini ditujukan agar setiap Kabupaten/Kota mempunyai standar yang sama mewujudkan daerah yang religius," tuturnya.(ReTra)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size