Skip to main content
R
Dr H Rohidin Mersyah

Tegaskan Tidak Coret Anggaran NU dan Muhammadiyah, Rohidin Sampaikan Klarifikasi dan Solusi

Bengkulu, TuntasOnline.com - Dr H Rohidin Mersyah dituding mencoret anggaran Dana Hibah untuk Nadhlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah sebelum menjalankan cuti dari Gubernur Bengkulu untuk menjalani rangkaian Pilgub Bengkulu, dalam hal ini dirinya menyampaikan klarifikasi dan solusi yang pernah ditawarkannya.

Rohidin membenarkan bahwasannya dirinya melalui pembahasan menyetujui dana hibah ke NU dan Muhammadiyah sebesar Rp. 250.000.000,- sesuai pengajuan yang mereka sampaikan sesuai pada Proposal Pengajuan untuk Kegiatan Muktamar. Namun dirinya tegas tidak melakukan pencoretan melainkan hanya pergeseran karena anggaran tersebut sudah dialokasikan namun kegiatan sesuai proposal ditunda pelaksanaannya.

"Jadi anggaran untuk NU dan Muhammadiyah itu di 2019 waktu pembahasan APBD, di 2020 kita masukan di APBD dan kita setujui. Masing-masing 250 Juta anggaran itu dipergunakan untuk Muktamar NU dan Muhammadiyah itu yang memang ditunda. Jadi pelaksanaan Muktamar itu kalau tidak salah Bulan Juli bulan Agustus karena Covid-19 kedua kegiatannya itu diundur secara nasional. Jadi Muktamar NU ditunda Muhammadiyah ditunda," ujarnya.

"Maka pencairan dana itu tidak bisa karena Proposal awalnya untuk kegiatan Muktamar, maka saya katakan ini kita tunda saja pembayarannya di 2021 karena kegiatannya ditunda. Jadi sebenarnya bukan pencoretan tapi penggeseran karena kegiatan itu memang ditunda," tuturnya.

Dirinya juga menyampaikan Acara Muktamar tersebut digelar Juli atau Agustus namun ditunda secara nasional. Sesuai proposal pengajuan pertama yang diajukan menyangkut kegiatan Muktamar anggaran tersebut tidak bisa dicairkan untuk menghindari delik hukum maupun masalah yang lain. Namun Rohidin memberikan solusi untuk mengganti Proposal agar bisa dianggarkan kembali.

"Harusnya Muhammadiyah itu akan Muktamar di Solo bulan Juli tapi diundur 2022 karena Covid-19, NU juga diundur maka saya katakan kemaren ini Proposal yang kita setujui/Acc kemaren untuk Muktamar sehingga tidak bisa kita cairkan nanti bermasalah atau sebelum itu ganti proposalnya untuk kegiatan apa biar kita anggarkan di 2021 misal bukan kegiatan Muktamar, karena uang itu sudah kita alokasikan untuk Muhammadiyah dan NU tetap nggak berubah cuma tadi penggunaannya ini karena kegiatannya tertunda, jadi bukan dicoret sebenarnya," tuturnya.

Mantan Wakil Bupati Bengkulu Selatan ini juga menegaskan bahwa tidak ada anggaran operasional sama seperti tahun-tahun yang ada sebelumnya, namun anggaran yang telah dialokasikan tersebut untuk Pengiriman Delegasi Muktamar dan kegiatan ditunda secara nasional dan berdampak juga dengan pencarian dana yang ditunda sesuai Proposal Pengajuan.

"NU dan Muhammadiyah itu tidak ada anggaran operasional, seperti tahun-tahun sebelumnya tidak ada anggaran operasional tetap berjalan. Jadi tahun 2018, 2019, nggak ada anggaran operasionalnya NU dan Muhammadiyah tapi betul-betul anggaran itu untuk pengiriman peserta delegasi Muktamar maka kita support sebesar itu sesuai apa yang mereka minta 250 Juta," jelas Rohidin.

Rohidin juga kembali menjawab tudingan kenapa dana hibah KONI dan PMI bisa dicairkan, dirinya memaparkan bahwasannya kegiatan di KONI adalah Pembayaran Bonus Atlet dan di PMI adalah Kegiatan Pencegahan Covid-19 seperti Penyemprotan Disinfektan dan lainnya sesuai yang diajukan. Dana bisa cair karena kegiatan ini tidak tertunda, Porwil sudah digelar di 2019 dan Penyemprotan Disinfektan memang bisa dilakukan tanpa penundaan kegiatan yang mereka ajukan.

"Ada juga mereka nanya kok KONI sama PMI malah cair, KONI itu dana hibah itu untuk bayar bonus atlet, atlet Porwil 2019 dibayarkan 2020 karena teranggarkan, kegiatan kan nggak bergeser tinggal bayarkan bonus sama dengan PMI, PMI justru melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan dan sebagainya," jelasnya.

"Tapi kalau NU dan Muhammadiyah memang kegiatannya tertunda bukan untuk operasional tapi untuk pengiriman delegasi pelaksanaan Muktamar," sambungnya.

Di sisi lain, Rohidin menganggap Komunikasi Penganggaran harus betul-betul terjalin guna menghindari kesalahpahaman. Dirinya juga menyampaikan tidak hanya NU dan Muhammadiyah yang tertunda pencairan dana, ada Al-Fida, Dehasen, UNIB yang ikut tertunda karena kegiatan yang mereka ajukan tertunda akibat Covid-19.

"Saya kira itu biasa, ini kan komunikasi anggaran sering kali begitu. Prinsipnya begini kita dengan Muhammadiyah dan NU saya sangat dekat komunikasinya, kita memberikan anggaran ke ormas-ormas bukan hanya ke NU dan Muhammadiyah, hibah-hibah yang lain juga terbuka di 2021. Sama kayak ke Al-Fida, Dehasen, termasuk dengan UNIB itu semua ditunda karena kegiatannya tertunda," tutup Rohidin.(ReTra)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size