Skip to main content
Sanksi Pelanggar Pergub No 22 Resmi Diberlakukan
Sanksi Pelanggar Pergub No 22 Resmi Diberlakukan

Sanksi Pelanggar Pergub No 22 Resmi Diberlakukan

Bengkulu, Tuntasonline.com - Resmi denda untuk Pergub No 22 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian corona virus disease, hari ini Kamis, (1/10) telah diterapkan. 


Pada pelaksanaan kegiatan Operasi tersebut masih ditemukan masyarakat yang tidak menggunakan Masker, sehingga diberikan Sanksi sesuai Pergub No. 22 tahun 2020 berupa teguran lisan dan tertulis serta kerja sosial berupa membersihkan sarana fasilitas umum di sekitar Pantai Panjang dengan menggunakan rompi warna Oranye yang bertuliskan 'Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19 (Pergub N0. 22 Tahun 2020) Provinsi Bengkulu' dan menggunakan masker yang diberikan oleh Para Petugas.


Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Korem 041/Gamas serta instansi terkait lainnya melaksanakan Launching Penerapan Penegakan Pergub No. 22 Tahun 2020, bertempat di Pos Polisi Pantai Panjang Kota Bengkulu.


Sebelum melaksanakan kegiatan tersebut, terlebih dahulu dilaksanakan apel pengecekan pasukan oleh Plt. Gubernur Bengkulu untuk memastikan kesiapan para petugas dalam menjalankan tugasnya.


Dalam sambutannya Plt. Gubernur Bengkulu H. Dedi Ermansyah, S.E menyampaikan ucapan terimakasih kepada para Forkopimda Provinsi Bengkulu atas kehadirannya dalam kegiatan Launching Penerapan Penegakan Pergub No. 22 Tahun 2020. Selain itu Ia juga menyampaikan bahwa dengan semakin meningkatnya penyebaran Covid-19 di Provinsi Bengkulu.


"Kegiatan Launching Pergub No. 22 tahun 2020 ini diharapkan dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 serta diharapkan dapat menggugah masyarakat sadar menggunakan Masker karena penyebaran Covid-19 di Provinsi Bengkulu masih cukup tinggi. Beliau juga akan mengupayakan agar Pergub No. 22 tahun 2020 bisa dijadikan Perda untuk lebih menguatkan para petugas di lapangan," ungkapnya.


Dalam wawancaranya dengan Awak Media Kapolda Bengkulu Irjen Pol Drs. Teguh Sarwono, M.Si menyampaikan bahwa dengan dilaunchingkannya Pergub No. 22 tahun 2020, pihak Kepolisian sangat mensupport hal tersebut. 


"Bahwa dalam 2 minggu pertama Operasi Yustisi sudah dilaksanakan dan sudah menegur pelanggar sebanyak 4.373 orang. Selain itu Kapolda juga mengharapkan agar Pergub tersebut bisa menjadi Perda untuk lebih menguatkan para petugas di lapangan dan Beliau juga menghimbau kepada masyarakat Bengkulu agar selalu mentaati Protokol Kesehatan," ungkapnya.


Selain itu, Danrem 041/Gamas Brigjen TNI Yanuar Adil menyampaikan kepada Awak Media bahwa dengan adanya perbedaan antara Pergub, Perwali dan Perbub, Danrem menyarankan kepada Plt. Gubernur Bengkulu agar menerapkan sesuai peraturan yang ada di wilayah masing-masing.


"Saya menyarankan apabila ada masyarakat dari Kota Bengkulu tertangkap oleh Petugas Prokes di Kota Bengkulu maka diberlakukan Perwal, sedangkan untuk masyarakat dari wilayah Kabupaten seperti Seluma, Bengkulu Utara dan lainnya tertangkap di Kota Bengkulu maka diberlakukan Pergub. Sehingga tidak ada masyarakat yang bentrok dengan para petugas Satgas Covid-19 di lapangan," ucapnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bengkulu, Murlin Hanizar mengatakan, kesadaran masyarakat untuk memakai masker sesuai protokol kesehatan untuk mecegah penyebaran Covid-19 di daerah ini masih rendah. Hal ini terlihat di beberapa tempat umum masih banyak warga tidak memakai masker, sehingga berpotensi terjadi peningkatan kasus Covid-19.

"Meski kami bersama TNI dan Polri gencar melakukan sosialisasi pemakaian masker, tapi masih saja banyak warga tidak memakai masker saat keluar rumah, termasuk di tempat-tempat umum," kata Kepala Satpol PP Bengkulu.


Saat pihaknya bersama TNI dan Polri melakukan razia protokol kesehatan rata-rata berhasil menjaringan warga tidak memakai masker antara 200-300 orang. Mereka tidak memakai masker ini terdiri dari pejalan kaki, pengendara sepeda motor dan mobil.


Warga yang terjaring tidak memakai masker waktu itu masih diberikan teguran lisan, dan diminta bila keluar rumah dan kalau pergi ketempat umum wajib memakai masker agar tidak terjangkit virus corona. Namun, di awal Oktober ini warga yang tidak memakai masker langsung dikenakan sanksi berupa denda Rp 100.000 sekali pelanggaran atau dihukum sosial membersihkan sampah.


Jelasnya lagi, bagi pelaku usaha yang melanggar protokol kesehatan akan dikenakan denda Rp 1 juta dan dicabut izin usahanya. Sanksi ini sesuai yang tertera dalam pergub No 22 tahun 2020 tentang pendisiplinan protokol kesehatan.


"Mulai 1 Oktober ini pergub No 22 tahun 2020 akan kita berlakukan maksimal di Bengkulu. Hal ini dilakukan untuk menekan peningkatan kasus Covid-19 di Provinsi Bengkulu," pungkasnya.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kajati Bengkulu, Kabinda Bengkulu diwakili Wakabinda Bengkulu, Dandim 0407/Bengkulu, Kasi Ops Kasrem 041/Gamas, Danlanal Bengkulu diwakili Dandenpom Lanal Bengkulu, Dandenpom II/I Bengkulu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu, Kadis Kesehatan Provinsi Bengkulu, Kadis Kominfo Provinsi Bengkulu dan Kasatpol PP Provinsi Bengkulu.

Facebook comments

Adsense Google Auto Size