Skip to main content
Festival Kopi Internasional Digelar Secara Virtual
Festival Kopi Internasional Digelar Secara Virtual

Festival Kopi Internasional Digelar Secara Virtual

Bengkulu, Tuntasonline.com - Kementerian Perindustrian (Kemenprin) telah menunjuk Provinsi Bengkulu sebagai tuan rumah ajang Festival Kopi Internasional pada 2020. Salah satu alasan ditunjuknya Provinsi Bengkulu sebagai tuan rumah lantaran kopi robusta milik petani kopi di Provinsi Bengkulu memiliki keunikan dan cita rasa yang khas.


Acara hari Kopi Internasional ini telah di uji coba pada Agustus 2020 lalu. karena covid acara ini hanya bisa dilakukan melalui virtual, di Gedung Daerah Balai Raya Semarak, Kamis (1/10).


Dedy Ermansyah Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu mengatakan  pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden No.28 Tahun 2008, Tentang Kebijakan Industri Nasional yakni Industri Pengolahan Kopi ditetapkan sebagai salah satu industri prioritas untuk dikembangkan. selanjutnya perpres tersebut ditindak lanjuti dengan Peraturan Menteri Perindusterian No.115/M-IND/PER/ 10/2009 Tentang Peta Panduan (Road Map) pengembangan klaster industrl pengolahan kopi. 


"Sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat tersebut pemerintah provinsi bengkulu juga memprioritaskan pengembangan industri kopi di daerah karena merupakan salah satu dari produk unggulan daerah bengkulu. Luas area kebun kopi di Provinsi Bengkulu berkisar 95.313 Ha, dengan produksi 66,96 ribu ton per tahun. Bengkulu juga telah mendapatkan dua sertifikat Ig yakni kopi kepahiang dan kopi rejang lebong," jelasnya.

Ia juga mengtakan kopi tersebut memiliki jenis kopi speciality dengan tujuh aroma rasa antara lain chocolaty. sweet, caramelly. flowery, fruity (salak). black tea dan woody dan memiliki kualitas kopi axcellent karena setara dengan score coffee speciality international yang bernilai antara 81.33 84,42. 


"Artinya kualitas kopi Bengkulu tidak diragukan lagi hal ini dibuktikan pada tahun 2019 kopi Bengkulu telah mendapat penghargaan dari ajang agency for the valorization of the agricultural products (avpa) di francis. Walaupun demikian sangat disayangkan kopi bengkulu belum banyak dikenal baik di pasar nasional maupun internasional," tambahnya.


Kembali Dedy menyampaikan bahwa produksi kopi Indonesia berkisar 700 ribu ton per tahun dan penyumbang terbesar ekspor kopi di Indonesia tersebut berasal dari kopi sumatera. 


"Karena seluruh Provinsi di pulau Sumatera dari Aceh sampai Lampung adalah penghasil kopi. namun akibat penyebaran pandemi covid-19 yang mengganggu perekonomian Global dan Nasional termasuk sektor kop berdasarkan berita investor daily hasil pemantauannya bulan juni tahun 2020," pungkasnya. (Panji)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size