Skip to main content
Komitmen Pemprov Dukung Perkembangan Ekonomi Syariah Mulai dari Pesantren
Komitmen Pemprov Dukung Perkembangan Ekonomi Syariah Mulai dari Pesantren

Komitmen Pemprov Dukung Perkembangan Ekonomi Syariah Mulai dari Pesantren

Bengkulu, Tuntasonline.com - Pada zaman moderen seperti saat ini pesantren tidak hanya sebagai tempat menempa ilmu agama, akan tetapi juga berpotensi sebagai tempat pengembangan ekonomi khususnya ekonomi berbasis syariah. Untuk itu Pemerintah Provinsi Bengkulu mendukung program-program pengembangan kemandirian ekonomi pesantren besutan Bank Indonesia. Acara Web Seminar (Webinar) Festival Ekonomi Syariah Virtual Regional Sumatera Tahun 2020, bertempat di Ruang Pola Provinsi Bengkulu.

Baca Juga :  Gubernur Rohidin Terima Audiensi PSN NU Provinsi Bengkulu


Bank Indonesia saat ini menyiapkan tiga program pengembangan kemandirian ekonomi pesantren untuk mendukung pesantren sebagai basis arus ekonomi Indonesia. Yang Pertama, melalui pengembangan berbagai unit usaha berpotensi yang memanfaatkan kerja sama antar pesantren. Kedua, mendorong terjalinnya kerja sama bisnis antar pesantren melalui penyediaan virtual market produk usaha pesantren sekaligus business matching. Ketiga, pengembangan holding pesantren dan penyusunan standarisasi laporan keuangan untuk pesantren dengan nama Standar Akuntansi Pesantren Indonesia (Santri) yang dapat digunakan oleh setiap unit usaha pesantren.


Asisten III Sekreatriat Daerah Provinsi Bengkulu Bidang Administrasi Umum Gotri Suyanto mengungkapkan, keberadaan pesantren juga mendukung perkembangan ekonomi, khususnya dari Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM).


“Tiap pesantrean ada unit usahanya, seperti halnya koperasi. Beberapa pesantren juga aktif mengolah pertanian yang hasilnya kemudian disalurkan dan menjadi pendapatan untuk pesantren itu sendiri. Sungguh banyak potensinya, oleh karena itu pemerintah berkomitmen kuat untuk memajukan ekonomi syariah ini,” terang Gotri, Rabu (16/9/2020).


Ia menambahkan, bahwa ekonomi syariah sebagai salah satu penggerak ekonomi regional untuk bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.


“Pengembangan ekonomi syariah di pesantren ini bukan hanya wacana, karena seperti kita tahu dari webinar tadi, beberapa pesantren di provinsi tetangga telah menerapkan hal itu dan tentunya Bengkulu akan segera menyusul,” terang Gotri.

Begitu juga yang disampaikan Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu Joni Marsius mengatakan salah satu pesantren mampu menghasilkan ekonomi unggul karena penerapannya yang sangat universal.

Baca Juga :  Nama Plh Bupati Tiga Kabupaten Diusulkan ke Kemendagri

“Prinsip ekonomi syariah tidak hanya untuk umat muslim, tetapi berlaku universal. Sebut saja negara-negara non- muslim yang semakin maju dengan penerapan konsep ini. Seperti halnya Jepang dengan wisata halalnya yang terbukti mampu menarik wisatawan dalam jumlah yang besar, begitu juga dengan Australia yang memproduksi daging halal yang kemudian di eksport ke negara-negara muslim. Bengkulu juga bisa seperti itu, penerapan konsep syariahnya kita mulai dari pesantren,” pungkas Joni. (Panji)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size