Skip to main content
Tim Nawacita Presiden RI Kunjungi Desa Remban Muratara
Tim Nawacita Presiden RI Kunjungi Desa Remban Muratara

Tim Nawacita Presiden RI Kunjungi Desa Remban Muratara

Musirawas Utara, Tuntasonline.com - Tim Nawacita Presiden Republik Indonesia, Ruri Umar Saef berkunjung ke Desa Remban Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara, Jum'at (21/8/20). 

Baca Juga : Macan Kumbang Masuk Perkebunan Karet di Desa Tambahasri

Kedatangan Ruri, sapaannya untuk membahas penyelesaian sengketa tanah Ulayat dengan perusahaan perkebunan yang sudah berlangsung cukup lama. Ruri didampingi dokter pribadinya, dr H Victor Andrianto, disambut Kades Remban, M Yusuf, Pemangku Adat Desa Remban, Toyib dan puluhan warga setempat di Balai Desa Remban sekitar pukul 09.30 WIB. 

Tanah Ulayat ini diduga dikuasai oleh salah satu perusahaan pekebunan Sawit di Kabupaten Muratara. Sebelumnya sempat terbongkar, tanah Ulayat diduga dijual oknum tidak bertanggung jawab berinisial Md. Kasus penggelapan dalam jabatan ini sudah divonis pengadilan 
Selasa 24 Maret 2020 lalu, dengan vonis 2 tahun 2 bulan. 

Ruri sapaannya mengatakan dirinya mendengarkan aspirasi dari masyarakat mengenai kasus sengketa lahan di Kabupaten Muratara seluas 4000 Hektare (Ha), yang diduga dikuasai salah satu perusahaan sawit. 

Mengenai hal tersebut Ruri akan melakukan survei dan investigasi di lapangan. “Agar kita dapat melakukan langkah-langkah penyelesaian terkait dengan sengketa lahan ini,” ungkap 

Ruri dihadapan awak media usai dialog di Balai Desa Remban. Pria berperawakan tinggi besar ini meneruskan, berdasarkan imbauan Presiden disebutkan, yang namanya tanah Ulayat itu bisa menjadi saluran pekerjaan dan dimanfaatkan bagi masyarakat untuk kedepannya. “Kalau memang perusaan tersebut tidak mau bekerja sama dengan masyarakat lebih baik izinnya akan kita cabut. 

Sampai saat ini kita masih membuka ruang untuk pihak perusahaan agar melakukan mediasi dengan masyarakat,”sarannya. 

Sementara itu, Ketua Pemangku Adat Desa Remban Kecamatan Rawas Ulu, Toyib menegakan kami masyarakat 
Desa Remban akan berupaya semaksimal mungkin memperjuangkan tanah Ulayat. 

Baca Juga :  Harimau Kumbang Masuk Perkebunan Karet di Desa Tambahasri

“Sengketa ini sudah memakan waktu 7 tahun lamanya. Kami akan terus memperjuangkan tanah Ulayat ini,”ucap mantan Pesirah ini.(AM) 

Facebook comments

Adsense Google Auto Size