Skip to main content
Dua Kali Erupsi Pemkab Karo Ingatkan Masyarakat Jauhi Zona Merah
Dua Kali Erupsi Pemkab Karo Ingatkan Masyarakat Jauhi Zona Merah

Dua Kali Erupsi, Pemkab Karo Ingatkan Masyarakat Jauhi Zona Merah

KARO, Tuntasonline.com - Bupati Karo Terkelin Brahmana didampingi Kabag Humas dan Protokol Setdakab Karo, Frans Leonardo Surbakti SSTP, mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan menjauhi zona merah karena bisa kemungkinan terjadinya kembali erupsi maupun awan panas Gunung Sinabung.

Baca Juga :  Neron Bareng Dirjen KSDAE, Gubernur Rohidin Paparkan Konsep Pembangunan Danau Dendam

Mengingat pada Sabtu (8/8/2020) dini hari dan sore nya kembali terjadi erupsi yang vulkaniknya cukup tebal.

“Kita ketahui bahwa lebih satu tahun Sinabung tidak beraktifitas, namun kita dikagetkan ditengah pandemi covid 19 sedang melanda, Gunung Sinabung erupsi kembali terjadi pada pukul 01.58 WIB dan pada pukul 17:18 WIB. Dengan tinggi kolom abu vulkanik teramati ± 2.000 meter di atas puncak ± 4.460 meter di atas permukaan laut,” ujar Bupati Karo ketika dihubungi wartawan, Minggu (9/8) malam di Kabanjahe.

Dari aktifitas erupsi tersebut, tandas bupati, kolom abu teramati berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas sedang, hingga tebal, condong ke arah Timur.

"Berdasarkan laporan dari petugas Pemantauan Gunung Sinabung di Kecamatan Simpang Empat, erupsi yang terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi ± 1 jam 44 detik,” ujar Bupati Karo.

Lanjut bupati menjelaskan, saat ini Gunung Sinabung berada pada status Level III (Siaga). Dengan rekomendasi, agar masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktifitas pada desa-desa yang sudah direlokasi.

“Jadi kita menghimbau masyarakat agar menjauhi lokasi di dalam radius tiga km dari puncak Gunung Sinabung. Serta radius sektoral lima km untuk sektor Selatan-Timur, dan empat km untuk sektor Timur-Utara," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengimbau agar masyarakat memakai masker bila keluar rumah. Hal itu untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Selain itu, perlunya mengamankan sarana air bersih.

Pemkab Karo melalui kepala Dinas Kesehatan kabupaten Karo drg Irna Safrina Milala.MKes mengatakan bahwa sudah menginstruksikan jajarannya agar mendistribusikan masker ke desa–desa yang terkena debu vulkanik, Ujarnya.

“Bersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh. Bagi masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar jika tiba-tiba terjadi hujan deras di daerah hulu,” katanya.

 Sementara itu Plt Kalak BPBD Kabupaten Karo Natanail Peranginangin serta Tim Forkopimda juga sudah turun ke lokasi. Juga terlihat Kasdim 0205/TK Mayor Inf D Marpaung bersama aparat TNI/Polri sudah turun ke lokasi bersama masyarakat akibat terkena erupsi Gunung Sinabung, Jelasnya.

Baca Juga :  Polres Tapanuli Selatan Tingkatkan Layanan Dapur Umum

Sementara Kepala Pos Pemantau Gunung Sinabung, Armen Putra, dalam keterangannya, selain erupsi pada pukul 01.58 WIB, Sabtu (08/08 2020) dengan tinggi kolom abu teramati ± 2.000 m di atas puncak (± 4.460 m di atas permukaan laut). Sore tadi, Sabtu (08/08/2020) kembali terjadi erupsi pada pukul 17:18 WIB dengan tinggi kolom abu teramati kurang 1.000 meter di atas puncak atau kurang lebih 3.460 meter di atas permukaan laut.(RT/TO)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size