Skip to main content
DPRD Tapsel Setujui Ranperda Tata Ruang dan Peraturan Zonasi
DPRD Tapsel Setujui Ranperda Tata Ruang dan Peraturan Zonasi

DPRD Tapsel Setujui Ranperda Tata Ruang dan Peraturan Zonasi

Tapanuli Selatan, Tuntasonline.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) setujui ranperda tentang rencana detail tata ruang dan peraturan zonasi kawasan perkotaan Batang Toru tahun 2020-2040, dan nota kesepakatan rancangan KUPA dan PPAS perubahan APBD kabupaten setempat.

Baca Juga :  Diduga Dilatarbelakangi Sakit Tak Kunjung Sembuh, Warga Kabanjahe Gantung Diri 

Persetujuan tersebut disampaikan dalam sidang yang digelar di ruang rapat paripurna DPRD, di Sipirok, Senin (27/7/2020), dengan pimpinan sidang Ketua DPRD Tapanuli Selatan Husin Sogot Simatupang, didampingi wakilnya Borkat.

Menurut Bupati Tapsel H. Syahrul M. Pasaribu, ranperda atas rencana detail tata ruang (RDTR) dan peraturan zonasi kawasan perkotaan Batang Toru tahun 2020 - 2040 ini sudah sesuai dengan perintah dari rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang telah disahkan beberapa waktu yang lalu.

"Berkaitan dengan itu, saya sampaikan di Tapsel tidak ada yang namanya kota satelit. Demikian juga Batang Toru, Sipirok, Batang Angkola, Sayur Matinggi, dan sekitar, ke depan secara bertahap akan bisa menghadirkan rencana tata ruang untuk zonasi- zonasi tertentu," jelasnya.

RDTR yang ada di Batang Toru, menurut bupati, mengambil zonasi tertentu dengan meminta bantuan dari pemerintah pusat. Padahal dilihat dari sisi kewajiban, itu merupakan hak pemerintah daerah (Tapsel). Sehingga patut disyukuri adanya backup pusat membuat APBD Tapsel bisa lebih hemat.

"Dengan demikian, hal ini menjadi salah satu yang terus dikembangkan oleh pemerintah kabupaten, yang saat ini sedang dibahas mengenai tata ruang Sipirok dengan menggunakan anggaran dari tingkat Provinsi," tandasnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Tapsel Husin Sogot Simatupang menyampaikan rapat ini sudah berlangsung sejak tanggal 21 Juli 2020 sampai tanggal 27 Juli 2020. Diakuinya, ada begitu banyak perdebatan dalam sidang untuk menemukan suatu titik persepsi ataupun kesimpulan akhir pembahasan.

Baca Juga :  Bupati Karo Sampaikan Nota Pengantar Atas Ranperda


"Kalaupun dalam penyelenggaraan rapat sering muncul dan ada terjadi perbedaan pendapat dari setiap anggota, hal itu merupakan salah satu cara kita ke depan dalam menata pembangunan Tapsel kearah yang lebih baik lagi," ujarnya. (RF/TO)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size