Skip to main content
Kepala Seksi Statistik Kepedudukan BPS Provinsi Bengkulu Tomi Jomecho SST ME
Kepala Seksi Statistik Kepedudukan BPS Provinsi Bengkulu Tomi Jomecho SST ME

BPS : Hati-hati Membaca Data, Bengkulu Tangguh Menekan Kemiskinan di Tengah Pandemi Covid-19

Bengkulu, TuntasOnline.com – Simpang siurnya informasi mengenai progress angka kemiskinan di Provinsi Bengkulu, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu akhirnya memberikan penjelasan dan edukasinya tentang cara membaca trend angka kemiskinan.

Baca Juga : Pemuda Pancasila Salurkan Bantuan ke Rutan Kabanjahe 

Ditemui di Ruang Kerjanya pada Kamis (16/07/2020) Kepala Seksi Statistik Kepedudukan BPS Provinsi Bengkulu Tomi Jomecho SST ME menyampaikan bahwa dalam merilis angka kemiskinan pihaknya melakukan survey dua kali dalam setahun yakni pada bulan Maret dan September dan trend inilah yang menjadi acuan dalam menilai angka kemiskinan.

“Memang angka kemiskinan kita rilis itu setahun dua kali yaitu berdasarkan survey yang dilaksanakan setiap bulan Maret dan September yang kemaren kita rilis itu hasil Bulan Maret tahun 2020 artinya Bulan Maret kemaren angka kemiskinan kita turun dibandingkan dengan kondisi Maret 2019,” tuturnya.

Tomi juga menjelaskan dalam membaca data, pihak tertentu tidak boleh sembarangan karena ada perbedaan karakteristik masyarakat. Jadi cara melihat dan membaca data perbandingannya contoh data Maret 2019-Maret 2020 dan juga September 2019-September 2020.

Jikalau membaca data dengan cara di luar dari hal tersebut maka cenderung keliru dan kurang tepat, oleh karena itu pihaknya meminta untuk berhati-hati dalam membaca data mengingat angka kemiskinan adalah indikator makro yang tidak bisa dibaca dengan trend singkat melainkan melihatnya dengan trend jangka panjang.

“Jadi membaca data itu sebaiknya kalau bulan Maret dirilis itu perbandingannya Bulan Maret sebelumnya itu yang pas karena jumlah sampelnya sama, karena dua kali setahun, artinya September juga rilis yang kemaren, kalau kita bandingkan langsung Maret 2020 dengan September 2019 itu sebenarnya bisa cuma kurang tepat karena jumlah sampel yang berbeda dan kondisi pencacahan atau kondisi  karakteristik masyarakat waktu itu kita survey berbeda bulannya. Jadi mungkin ada perbedaan musim atau segala macamnya, jadi memang kalau sebagusnya mau membandingkan data agar dia itu akuntabel bulannya sama, maret dengan maret, September dengan September,” paparnya.

“Sebenarnya angka kemiskinan ini semacam angka indikator makro, memang kita sebenarnya harus melihatnya trend jangka panjang, jadi gak bisa setahun dua tahun, kita secara umum lima tahun enam tahun terakhir menurunnya bagus, itu yang sebenarnya perlu kita lihat, jadi jangan langsung membandingkan dengan yang lalu. Karena ini Makro ada baiknya trendnya sedikit panjang yang kita lihat itu yang pertama, yang kedua membaca angka kemiskinan juga harus hati-hati karena memang kita sekali lagi pengukuran kemiskinan BPS itu ada dua periode maret dan September jadi kalau membandingkan sebagusnya seperti itu maret dengan maret, September dengan September,” jelasnya.

Baca Juga : Rapat Paripurna, Dua Ranperda Disahkan 

Tomi juga menyampaikan bahwa Bengkulu salah satu Provinsi yang beruntung mengingat pada Periode Maret 2019-Maret 2020 angka kemiskinan Bengkulu menurun sedangkan angka kemiskinan secara nasional naik di masa pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

“Intinya kita bersyukur tingkat kemiskinan di provinsi Bengkulu turun dari 15,23% di Maret 2019  jadi 15,03. Kita beruntung karena Bengkulu adalah salah satu angka kemiskinan turun sedangkan angka kemiskinan secara nasional naik di Maret 2019 hingga Maret 2020,” paparnya.(ReTra)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size