Skip to main content
Kepala Desa Sambirejo Tutur
Kepala Desa Sambirejo Tutur

Tahun 2019, Desa Sambirejo Terima 129 Kuota Penerima Bantuan Bedah Rumah

Rejang Lebong, TuntasOnline.Com - Program bedah rumah tidak layak huni yang dikenal dengan sebutan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Penyedian Perumahan melalui Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Bengkulu di desa Sambirejo, kecamatan Selupu Rejang, kabupaten Rejang Lebong, dengan kuota 129 penerima pada tahun 2019 apakah berjalan mulus.

Baca Juga :  Dikirim dari Mabes Polri, Polres Sidimpuan Distribusikan 10 Ton Beras

Disampaikan, Kepala Desa Sambirejo, Tutur, pada awak media, (27/06/2020). Tahun 2019 desanya menerima bantuan bedah rumah BSPS dalam 3 tahap, pertama 50, kemudian tahap kedua 24 dan terakhir 55, jadi jumlahnya 129. Para penerima tersebut, benar-benar telah diseleksi dan disurvey, dalam artian mereka berhak mendapat bantuan tersebut. "Memang yang mendapat bantuan bedah rumah tersebut layak menerimanya," ujarnya.

Kemudian ia menambahkan adapun kriteria penerima adalah, penerima tinggal di rumah berbahan papan di tanah milik sendiri dan memiliki surat tanah, baik hibah maupun sertifikat sendiri, kemudian menyiapkan atau memiliki dana pendamping dan belum pernah mendapat bantuan bedah rumah dalam program apapun serta pastinya masyarakat yang berpenghasilan rendah.

Namun, saat ditanya berkaitan dengan penerima yang membangun di lahan kosong, ia membantah hal tersebut tidak ada. Tapi, jika lahan yang akan dibangun terasa sempit oleh penerima bantuan, bisa dibangun di lahan kosong di sebelah rumah penerima dengan minimal jarak 100 meter. Selanjutnya, rumah penerima tersebut sebelumnya harus dibongkar dan membuat berita acara.

Baca Juga : Lakukan Peninjauan, Bupati Karo Soroti Proyek Sabo Dam 

Lanjutnya, ia menegaskan dalam proses perpindahan bedah rumah ke lahan yang kosong tanpa dipungut biaya sepeserpun. "Jelas yang dibedah rumahnya merupakan warga kurang mampu, tidak mungkin masih kita pungut biaya, itu pungli namanya. Tapi menurut saya, program bedah rumah di desanya alhamdulillah berjalan mulus dan lancar, mudah-mudahan tidak ada masalah," pungkas Tutur.(Ade)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size