Skip to main content
 Lakukan Peninjauan Bupati Karo Soroti Proyek Sabo Dam
Lakukan Peninjauan Bupati Karo Soroti Proyek Sabo Dam

Lakukan Peninjauan, Bupati Karo Soroti Proyek Sabo Dam

KARO, TuntasOnline.Com - Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH melakukan peninjauan pengerjaan Sabo Dam di Desa Sukatendel Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo. 

Walaupun mega proyek sabo dam yang pembangunannya 2019 kemarin telah selesai, namun tetap mendapat kritikan pedas. Buktinya, proyek pembangunan Sabo dam yang semula bertujuan sebagai pengendali lahar dingin dari Gunung Sinabung, di Kecamatan Tiganderket, lingkar Sinabung, Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo, dengan nilai kontrak cukup fantastis mencapai Ratusan milyar lebih patut dan wajar ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum, khususnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca Juga : Bupati Karo Ingatkan Masyarakat Perkuat Ketahanan Pangan

Pasalnya, pembangunan proyek besar yang ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II, PT PP dan PT Brantas terbukti tidak maksimal sebagai pengendali banjir lahar dingin.

Hal itu diketahui saat Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH, meninjau Sabo dam yang tertimbun tanah kerikil oleh material bebatuan dan kayu-kayuan akibat terlampau kecil sekat sekat jembatan sabo dam di Desa Sukatendel, Kecamatan Tiganderket.

Dalam peninjauan itu, bupati Karo turut didampingi kepala desa Sukatendel, Dewanto Peranginangin, Kepala Bappeda Ir Nasib Sianturi MSi, Kepala Dinas PUPR Edward Pontianus Sinulingga, tokoh masyarakat setempat Thomas Joverson Ginting dan Maslan Sukatendel, Kabag Umum dan Perlengkapan Hotman Brahmana, Kabid Bina Marga Hendra Mitcon Purba, Sekcam Tiganderket Amri Ginting, Danramil Payung Kapten Inf K Kista, Kapolsek Tiganderket AKP Jansen Bangun, Jumat (26/06/2020).

Bupati Karo Terkelin Brahmana, menekankan kepada dinas PUPR segera melakukan pembersihan dan normalisasi agar tembok Sabo dam tidak tertimbun tanah dan material batu dan kayu kayuan,

“Hal ini untuk antisipasi, apabila hujan dan lahar dingin datang dari arah hulu lereng Gunung Sinabung, maka Sabo dam dapat berfungsi maksimal," harap Terkelin Brahmana.

Apa yang bisa dikerjakan, langsung eksekusi, tentunya sebelumnya kordinasikan dengan perangkat desa maupun dengan Camat Tiganderket. Melihat seringnya material lahar Sinabung menimbun sabo dam, Bupati Karo sedikit kecewa, namun dia mengaku pihaknya akan melakukan apa yang bisa dilakukan.

“Walaupun pembangunan mega proyek sabo dam sudah selesai namun masih dalam masa perawatan, Dinas PUPR agar tetap menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pihak owner rekanan sabo dam, supaya tidak terjadi kesalahpahaman atau mis komunikasi,” sebutnya.

Kepala Dinas PUPR Edward Pontianus Sinulingga menambahkan apa yang disampaikan bupati, akan disikapi pihaknya. Kami akan segera berkoordinasi dengan perangkat desa Sukatendel untuk membersihkan sabo dam dari timbunan material laharan Gunung Sinabung seperti tanah dan batu serta material lainnya.

Yang jelas kita fokus kepada normalisasi Sabodam dulu, hal ini sebagai gerak cepat antisipasi, bila ada susulan lahar dingin, hal ini tentu tidak kita inginkan ini terjadi, tapi lebih baik menjaga dari pada kita kecolongan, ujarnya.

Sekedar mengingatkan, pembangunan Sabo Dam selama tiga tahun sejak tahun 2016/2017 lalu diawali di desa Perbaji dan desa Sukatendel yang berjumlah 10 titik. Di desa Sukatendel, DKO 6, yang tepat pada titik jembatan. Pembangunan sabo dam pada jalur lahar ada 14 titik, semuanya menelan dana APBN sebesar Rp 280 milyar lebih serta sudah selesai termasuk di Desa Sukatendel, Kutambaru, dan Mardingding yang merupakan daerah rawan jalur lahar dingin Gunung Sinabung yang dikenal ganas dan dahsyat bila dipuncak Gunung Sinabung terjadi hujan lebat.

Baca Juga : Dikirim dari Mabes Polri, Polres Sidimpuan Distribusikan 10 Ton Beras

Berdasarkan catatan, dua paket proyek pengendali banjir lahar dingin Sinabung (Sabo Dam) mencapai Rp280 miliar (dua paket) dengan rincian, masing-masing memiliki nilai kontrak Rp170,92 miliar dan Rp111,18 miliar dibangun selama tiga tahun sejak 2016 hingga 2019. Sabo Dam jebol atau tertimbun material lahar Gunung Sinabung sudah sering terjadi,  yang sebelumnya sempat merusak puluhan rumah warga maupun areal pertanian warga akibat lahar dingin meluber kebadan jalan.(RT/TO)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size