Skip to main content
Walikota Intruksikan Tambahan Libur 14 Hari Bagi Pelajar
Walikota Intruksikan Tambahan Libur 14 Hari Bagi Pelajar

Walikota Intruksikan Tambahan Libur 14 Hari Bagi Pelajar

Kota Bengkulu, Tuntasonline.com -  Pemerintah Kota Bengkulu terus berupaya melakukan upaya-upaya pencegahan penyebaran virus corona atau covid-19. Kali ini Walikota Bengkulu menambah masa belajar dirumah PAUD/TK/RA, SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK/MA dan Lembaga Pendidikan Non Formal serta Perguruan Tinggi mulai tanggal 30 Maret 2020 sampai 13 April 2020.

Dan dalam hal ini Walikota Bengkulu menindaklanjuti intruksi Nomor : 800/568/I.D.DIK/2020 dengan mengeluarkan intruksi Nomor : 800/601/I.D.DIK/2020 tentang perpanjangan masa belajar dari rumah bagi peserta didik PAUD/TK/RA, SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK/MA dan Lembaga Pendidikan Non Formal serta Perguruan Tinggi.

Walikota Bengkulu Helmi Hasan  menjelaskan bahwa dalam rangka menjaga keamanan dan melindungi masyarakat Kota Bengkulu, dengan ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu memperpanjang masa belajar dari rumah bagi peserta didik PAUD/TK/RA, SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK/MA dan Lembaga Pendidikan Non Formal serta Perguruan Tinggi mulai tanggal 30 Maret 2020 sampai 13 April 2020.

“Hal ini kita lakukan dengan melihat perkembangan penyebaran virus Covid-19 di Kota Bengkulu, kita lakukan pencegahan sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi di Kota Bengkulu,” ujar Helmi. 

Didalam kebijakan tersebut Helmi juga memberikan bantuan kepada pedagang-pedagang kecil yang biasa berjualan di sekolah. Terkait hal ini Helmi minta masing-masing camat melakukan pendataan.

“Camat tolong data pedagang-pedagang kecil yang selama ini mencari uang dari jualan di sekolah. Karena begitu kita meliburkan anak sekolah secara mendadak, jualanan mereka sepi,” kata Helmi.

Setelah itu kebijakan yang tidak kalah pentingnya, bahwa Pemkot Bengkulu memperpanjang masa libur pelajar SD dan SMP selama 14 hari lagi seperti yang juga telah dilakukan di Jakarta. Terkait acara resepsi pernikahan, sambung Helmi sesuai instruksi Kapolri memang masyarakat diminta untuk menunda acara resepsinya.

“Yang diminta untuk ditunda itu resepsinya. Kalau akadnya silahkan tapi dibatasi. Yang penting kan ada kedua pengantin, saksi, wali dan penghulu,” tutup Helmi. (P3)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size