Skip to main content
Sebar Hoax Corona Dua IRT Bengkulu Dimintai Klarifikasi di Polda
Sebar Hoax Corona Dua IRT Bengkulu Dimintai Klarifikasi di Polda

Sebar Hoax Corona, Dua IRT Bengkulu Dimintai Klarifikasi di Polda

Bengkulu, Tuntasonline.com -  Tersebarnya isu tiga orang yang menjadi pasien suspect virus corona yang dirawat di RS M Yunus Bengkulu adalah berita hoax dan dua orang IRT datangi Mapolda untuk klarifikasi. 

Terjadi lagi berita bohong atau hoax yang tersebar melalui media sosial, kali ini melalui whatsapp terkait dengan tiga orang pasien suspect virus corona yang dirawat di RS M Yunus. 

Saat konferensi pers di Mapolda, Selasa (17/3/20) Kapolda Bengkulu Irjen Pol Supratman melalui Kabid Humas Polda AKP Sudarno mengatakan berita yang beredar bahwa ada pasien suspect virus corona yang dirawat di RS M Yunus itu tidak benar atau hoax. 

"Iya kemarin, Senin (16/3/20) setelah pulang dari rapat koordinasi bersama Gubernur Bengkulu dan jajarannya. Saya dapat pesan dari whatsapp bahwa ada pasien suspect virus corona yang dirawat di RS M Yunus, kemudian kita koordinasikan kepada Kepala rumah sakit, lalu kepala rumah sakit tersebut mengatakan tidak ada pasien suspect virus corona di RS M Yunus dan berita itu tidak benar, " kata Sudarno. 

Mendengar bahwa berita itu hoax kemudian pihaknya langsung memperintahkan Tim Siber Polda untuk melacak siapa yang telah menyebarkan berita dan berhasil mendatangi pelaku penyebaran. 

"Sesuai dengan hasil rapat kemarin, berkaitan dengan virus corona untuk pasien suspect virus corona nantinya akan disampaikan oleh kepala rumah sakit atau dinas kesehatan kemudian apabila positif maka akan langsung disampaikan oleh Gubernur. Jadi ada tahapannya, " tambah Sudarno. 

Hari ini, dua orang pelaku penyebaran berita mendatangi Mapolda guna melakukan klarifikasi terkait dengan berita hoax yang disebar melalui media sosial whatsapp tersebut. 

"Kami meminta maaf atas kesalahan yang telah kami perbuat dan jadi pelajaran bagi kami agar lebih bijak lagi dalam penggunaan media sosial, " ucap salah satu IRT penyebar hoax. 

Dalam hal ini Sudarno menghimbau kepada masyarakat khususnya Bengkulu agar jangan mempercayai dan membagikan berita yang belum diketahui kebenarannya yang dapat menimbulkan kepanikan dan kecemasan kepada masyarakat. (Med)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size