Skip to main content
Sikapi Kendala Sisrut Komisi I DPRD BU Hearing Bersama Pihak Terkait
Sikapi Kendala Sisrut Komisi I DPRD BU Hearing Bersama Pihak Terkait

Sikapi Kendala Sisrut, Komisi I DPRD BU Hearing Bersama Pihak Terkait

Bengkulu Utara, TuntasOnline.com - Sikapi kendala dalam penerapan sistem rujukan terintegrasi (Sisrut), Komisi 1 DPRD Kabupaten Bengkulu Utara hearing bertempat di Ruang Komisi Gabungan DPRD setempat Selasa (14/01/2020).

Hearing dipimpin oleh Ketua Komisi I Febri Yurdiman, Hearing ini digelar bersama Dinas Kesehatan, Direktur RSUD dan RS Hanna Charitas serta Kepala Puskesmas di Bengkulu Utara.

Febri mempertanyakan apa yang menjadi kendala, sehingga terdapat beberapa keluhan dari masyarakat atas lambatnya pelayanan rujukan. Baik rujukan dari puskesmas ke rumah sakit di daerah, maupun keluar daerah.

Kepala Dinas Kesehatan, Syamsul Maarief menjelaskan saat ini sisrut terkendala pada koneksi internet. Dimana kendala sering terjadi di wilayah jauh yang sulit pada akses internet.

“Kendala kita ada di koneksi, terkadang juga daerah yang sering terjadi mati listrik, ini juga menjadi kendala,” jelas Syamsul. 

Ditanggapi Ketua Komisi I, bahwa di Bengkulu Utara untuk sisrut supaya diberlakukan tidak kaku. Pihak dinas kesehatan, rumah sakit dan puskesmas, diminta memberikan kebijakan agar dapat melakukan rujukan secara manual. Apabila memang sisrut sedang mengalami kendala, dan terdapat pasien yang dalam kondisi gawat darurat yang harus segera dirujuk.

“Apakah bisa sistem ini apabila berkendala, dan rujukan dapat dilakukan secara manual, jadi tidak kaku. Bisa melalui telepon dan lain-lain,” kata Febri.

Menurutnya, bagaimana sistem ini supaya dibuat tidak terlalu kaku, jangan terlalu terpaku kepada sistem yang malah membuat pasien terlantar dan berakibat fatal.

Menanggapi lagi hal tersebut, pihak dinas kesehatan, Direktur RSUD Argamakmur, Hanna Charitas menyetujui akan kebijakan tersebut, dan berkomitmen untuk tidak kaku terhadap sistem sisrut. Dengan itu, sistem rujukan bisa dilakukan secara manual oleh pihak puskesmas ke rumah sakit di daerah. Bisa melalui telepon, telegram, whatsapp, dan cara lainnya.

“Untuk kebijakan seperti itu bisa kita lakukan di daerah kita,” kata Syamsul.

Namun, lanjut Syamsul, sistem manual tersebut tidak bisa dilakukan apabila pasien akan dirujuk ke rumah ke tipe lebih tinggi yakni, di Provinsi Bengkulu. Sebab, sambung Syamsul, hal tersebut diluar wewenang wilayah. Kebijakan tersebut harus disampaikan dulu melalui Dinas Kesehatan provinsi Bengkulu.

“Apakah dengan kendala di daerah kita ini bisa diterapkan juga sistem manual di provinsi. Tentu ini di luar wewenang kami, jadi harus ada komunikasi dulu ke pihak provinsi,” ujar Syamsul.

Menanggapi hal tersebut, Febri Yurdiman dan jajaran anggota komisi I pun sepakat, bahwa pihaknya akan segera melakukan koordinasi ke Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu. Untuk mengkomunikasikan kendala yang saat ini terdapat di wilayah Bengkulu Utara terhadap penerapan sisrut. Agar kemudian dapat dikomunikasikan ke pihak dinas kesehatan provinsi Bengkulu, bahkan sampai ke Gubernur.

“Kita nanti akan ke komisi I DRPD provinsi, kita akan coba bahas disana kendala kita disini. Agar nanti masyarakat yang akan melakukan rujukan ke rumah sakit M Yunus Bengkulu ini tidak terhambat dan terlantar,” tandas Febri.(Adv)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size